Jual Rumah Dengan Berbagai Type Sesuai Kebutuhan Anda

|  LOGIN
  shadow header2
  shadow banner top
  shadow banner bottom

- + Beli Rumah, Untung atau Rugi?
02-04-2009 16:01:22
Dilihat : 9944 kali

     Anda sekarang mungkin belum mempunyai rumah pribadi. Entah Anda masih menyewa di rumah kontrakan, menumpang di rumah orangtua atau rumah mertua, itu telah menjadi pilihan Anda. Tapi nantinya, tiap orang pasti menginginkan tinggal di rumah sendiri yang menjadi kebanggaannya. Jika Anda sudah punya keinginan itu, tidak ada salahnya mulai membandingkan keuntungan dan kerugian jika Anda membeli rumah.

Dan untuk membantu Anda menentukan pilihan rumah yang akan Anda tempati, berikut adalah perbandingannya. Tidak untuk membuat Anda bingung, tapi sebagai pemikiran tambahan agar Anda semakin yakin untuk membeli rumah. 

 

 

 

Untung beli rumah

- Setiap keluarga pasti menginginkan rumah sendiri sebagai tempat membesarkan anak-anak sekaligus menjadi investasi besar untuk masa depan. Sehingga membeli rumah membutuhkan perencanaan anggaran bukan hanya jangka pendek, tapi juga jangka panjang. Dan jika Anda berniat membeli rumah dengan KPR (Kredit Pemilikan Rumah), Anda bisa menyesuaikan cicilan Anda dengan cash flow bulanan. Buat beberapa orang, ternyata biaya cicilan sama dengan biaya sewa rumah (termasuk biaya listrik, air, keamanan dan sampah). Jadi jika Anda bisa membeli, mengapa harus menyewa?

- Setelah cicilannya selesai, rumah tersebut akan menjadi hak milik Anda. Dan ini berarti uang cicilan Anda selama ini berubah menjadi investasi yang akan terus naik nilainya. Atau jika Anda punya dana tunai mendadak, misalnya warisan, Anda bisa langsung melunasi semua cicilan kapan saja.

- Membeli rumah adalah salah satu bentuk investasi. Yang lebih menarik adalah dana yang disediakan tidak harus tunai atau bisa melalui kredit dari Bank. Hutang untuk pembelian barang yang memiliki nilai yang meningkat sangat dianjurkan, dengan catatan biaya potongannya tidak melebihi 30% dari penghasilan Anda.

- Banyak orang justru memilih KPR sebagai cara paling menguntungkan untuk memiliki rumah. Alasannya antara lain karena Anda bisa langsung memiliki dan menempati rumah (bekas) meskipun hanya membayar 5% s/d 37% dari harga rumah. Selain itu, aspek legalitasnya lebih terjamin dan harganya lebih terjaga.

- Anda cukup membayar DP (down payment) rumah, sehingga kelebihan dana beli rumah bisa digunakan untuk rencana keuangan lainnya, seperti berdagang, berlibur atau investasi lainnya. Apalagi persentase kenaikannya bisa melebihi bunga kredit sehingga di akhir masa kredit, total yang Anda bayar bisa lebih kecil dari harga rumah.

- Rumah sendiri berarti Anda bisa merenovasi, mendekor, dan memperindah tiap ruangan tanpa harus takut dengan pemiliknya. Anda bebas mengeksplorasi dan mewujudkan ide-ide yang sesuai dengan rumah idaman Anda. Dengan demikian, Anda bebas menentukan harga jualnya kelak, sesuai pengembangan yang telah Anda lakukan.

- Selain itu, jiwa kepemilikan terhadap bangunan huni lebih besar dibandingkan menghuni rumah, apartemen, atau town house dengan cara mengontrak atau sewa. Anda tentu akan lebih bangga jika tinggal di rumah milik Anda sendiri.

 

Rugi beli rumah

- Keputusan untuk membeli rumah dengan KPR tidaklah semudah yang Anda kira. Sebaiknya Anda mengevaluasi bukan saja segi keuangan tapi juga segi non-keuangan. Dari segi keuangan, ada baiknya Anda mengevaluasi kembali biaya yang harus Anda keluarkan untuk membayar cicilan tiap bulannya. Anda juga membutuhkan paling tidak 30 persen dari harga rumah sebagai uang muka pembelian rumah dengan KPR. Jadi pastikan Anda punya dana yang cukup dan mampu menyediakannya dalam periode yang lama.

- Sedangkan dari segi non-keuangan, Anda harus menentukan rumah yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. Karena Anda akan tinggal lama di lingkungan baru tersebut, pastikan semua hal seperti lokasi, aksesibilitas, fasilitas dan hal-hal lainnya yang penting, masuk dalam perhitungan Anda. Misalnya, banyak orang yang kecewa karena rumah pribadinya ternyata sering banjir. Dan mereka sulit untuk menjualnya kembali karena faktor tersebut. Telitilah dengan baik sebelum Anda memilih satu rumah.

- Harga properti dipengaruhi oleh perekonomian global suatu negara. Bila sedang terjadi resesi finansial, harga rumah Anda juga akan mengalami penurunan harga. Dan Anda akan rugi jika berniat ingin menjualnya di tengah situasi seperti itu.

- Akan sangat sulit untuk menjual rumah dalam waktu singkat, kecuali Anda menjualnya dengan potongan harga yang tinggi. Anda harus mengamati harga pasar dan melalui proses negosiasi yang lama dengan para calon pembeli.

 

Merry Sondang/berbagai sumber

Foto: doc.net

 

Komentar