
Tapi sebelum itu, Anda sebaiknya mencari tahu penyebabnya lewat percakapan sederhana. Anda bisa mengetahui apa saja yang membuat si kecil enggan berada di kamar barunya. Kebanyakan anak kecil tak betah di kamar sendiri karena kebiasaan yang justru diperlihatkan oleh orangtuanya sendiri. Sejak lahir, ia kerap bersama Anda maupun pengasuh sehingga dirinya kurang memiliki sense of belonging terhadap kamarnya.
Sebenarnya, rasa memiliki ini otomatis akan muncul apabila anak Anda menyenangi kamarnya. Tentu, rasa senang berkaitan dengan rasa nyaman. Anda juga dapat mengajak si kecil mendekor kamarnya sehingga aktivitas ini menjadi hiburan bagi Anda sekeluarga. Untuk menciptakan dunia baru di kamarnya, Anda dapat mulai mencermati penataan ruang sebagai berikut:
- Utamakan keinginan si kecil, berapapun usianya. Karena seringkali, keinginan orangtua dengan anak berlainan sehingga kamar tersebut kurang menarik perhatiannya.
- Pilih tema kamar yang tepat. Bisa saja dari tokoh/pahlawan kartun, simbol ataupun warna favorit si kecil. Bahkan bisa pula dari imajinasinya seperti gambar hewan kesayangan, taman bunga, mobil, kereta api, princess, dunia bawah laut, puri kerajaan, negeri diatas awan, dan sebagainya.
- Sebagai pelengkap tema, sertakan warna warni ceria karena dapat lebih “menghidupkan” suasana. Sentuhan warna ini dapat Anda aplikasikan mulai dari lantai, dinding, pintu, jendela, hingga langit-langit kamar.
- Anda dapat pula menambahkan ornamen pada dinding, tempat tidur, lemari dan cermin. Misalnya, tempat tidur berbentuk mobil untuk anak laki-laki dan tempat tidur berbentuk kereta kuda ala princess atau sekedar permainan warna/motif bunga, kupu-kupu, dan sebagainya. Untuk permainan motif ini, gunakan cat yang tidak berbahaya bagi anak-anak.
- Sesuaikan dengan karakter anak. Masing-masing anak tentunya memiliki karakter yang berbeda dan unik. Dengan mengetahui karakter dan hobinya, Anda dapat meletakkan properti pendukung di kamar. Tak perlu yang berukuran besar, cukup disesuaikan dengan tubuh si kecil dan hindari ujung furnitur yang tajam. Seperti meja mungil dengan beberapa buku cerita, buku gambar dan krayon, karpet untuk bermain di lantai dan rak/kotak tempat menyimpan mainan.
- Agar si kecil lebih merasa kamar itu miliknya, Anda dapat memajang hasil karya dan koleksi kesayangannya serta foto-fotonya bersama Anda dan teman-temannya.
- Usahakan ada pencahayaan yang cukup untuk tema, ornamen, dan perabot pendukung. Misalnya, untuk tema dunia bawah laut sebaiknya menggunakan sinar cahaya yang cukup terang agar tak terlihat suram. Cahaya yang cukup ini juga bermanfaat untuk aktivitas siang hari dan malam hari.
- Perhatikan juga sirkulasi udara di kamar tersebut. Apabila menggunakan AC, Anda bisa menyalakannya pada saat tertentu. Saat AC dimatikan, buka jendela lebar-lebar agar terjadi pertukaran udara.
- Untuk anak-anak yang berusia dibawah
- Keselamatan anak perlu menjadi pertimbangan utama dalam memilih tema, furnitur dan aksesoris yang dipakai. Jauhkan steker/colokan dari jangkauan mereka. Jangan membuat tumpukan barang yang terlalu tinggi karena bisa tiba-tiba jatuh dan menimpa tubuh mereka.
- Untuk peletakan televisi (TV), bisa disesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak. Karena, TV tak selamanya membuat anak betah di kamar. Jangan sampai, TV membuat anak tak lagi bersosialisasi diluar kamar dan kurang bergerak.
- Sediakan juga meja untuk menaruh makanan/minuman seperti snack di dalam toples (agar tidak diserang semut) dan air putih. Jadi ia tak perlu membangunkan Anda jika lapar atau haus di malam hari.
(Ari Dwi Astuti/berbagai sumber)
Foto: dok. net