Andakah seorang agen properti berpengalaman beberapa tahun? Dan setelah punya modal untuk diinvestasikan, selanjutnya ingin memiliki sendiri satu kantor agen properti? Bila ya, mungkin hal ini kini terbersit di pikiran Anda: sebaiknya membuka kantor agen properti menggunakan merek waralaba asing, atau menggunakan merek dagang milik sendiri?
Bila Anda bingung, itu hal yang tak mengherankan. Sebab, dilihat sekilas, dua jenis sistem tersebut sama-sama bisa menggerojokkan keuntungan. Lihat saja, tak jarang ada kantor agen properti dengan merek dagang sendiri nan mampu jadi raja satu kawasan. Itu tak ubahnya kantor agen properti merek waralaba asing.
Sebenarnya, apa yang jadi kelebihan dan kekurangan masing-masing sistem tersebut?
Pengamat properti Budi Santoso menjelaskan kelebihan dan kekurangan tiap pilihan tersebut. Mari kita ikuti penuturan mantan trainer di LJ Hooker Indonesia tersebut:
1. Dari segi investasi, kantor agen properti merek sendiri jelas lebih menguntungkan. Ya, begitulah, dana yang mesti Anda gerojokkan untuk mulai mengoperasikan merek sendiri jelas lebih sedikit.
Wah, apa penyebab hal itu? Begini, Anda tak perlu membayar franchise fee yang jumlahnya lumayan itu. Untuk beberapa merek waralaba asing, biaya tersebut bisa melebihi Rp100 juta. Semisal, ada merek waralaba asing yang mengutip franchise fee Rp150 juta untuk lima tahun.
Bila modal awal untuk membuka satu kantor di kisaran Rp400 juta sampai Rp500 juta, Anda bisa menghitung sendiri porsi franchise fee tersebut. Cukup signifikan, bukan?
2. Kemudian, di satu lokasi, kantor dengan merek sendiri pun berpotensi menjadi pemain yang diperhitungkan. Ini bukan lagi hal yang mengherankan.
Simaklah, di beberapa lokasi emas bisnis agen properti seperti Cibubur (Jawa Barat) dan Serpong (Banten), beberapa kantor bermerek dagang sendiri, muncul sebagai pemain yang cukup bergigi. Mampu bersaing dengan kantor merek waralaba asing.
3. Lantas, apa penyebab daya saing tinggi tersebut? Di sini, pengalaman menjadi faktor kunci. Tak jarang, pemilik satu kantor agen properti merek sendiri, sebelumnya menjadi agen properti yang sangat berpengalaman di satu kawasan.
Ia lantas mendirikan kantor dengan merek dagang sendiri. Tak jarang, bersama beberapa rekan yang juga kenyang asam garam di kawasan tersebut, didirikanlah kantor tersebut.
Tak ayal, kepada para agen baru yang direkrut, sang pemilik dan rekan-rekan mudah menularkan skill penguasaan/pengetahuan kawasan. Kinerja bisnis kantor tersebut dengan demikian cepat naik, jadilah mereka pemain yang cukup diperhitungkan.
*****
Demikianlah penjelasan Budi Santoso tentang keuntungan mendirikan kantor agen properti bermerek dagang sendiri. Investasi yang diperlukan lebih kecil, potensi menjadi pemain yang diperhitungkan di satu kawasan pun terbuka.
Lepas dari ulasan tersebut, dalam kenyataan, bahkan ada beberapa pemilik kantor agen properti merek waralaba asing yang, usai habisnya masa berlaku franchise fee, memilih beralih ke merek dagang milik sendiri. Dan mereka tetap bisa menjadi pemain yang disegani.
Bahkan, merek dagang sendiri tersebut bisa mereka transformasikan menjadi merek waralaba lokal--tak sebatas menjadi merek di satu kawasan.
Selanjutnya, sebagian kalangan agen properti berpendapat bahwa bila menggunakan merek dagang sendiri, pemilik kantor diuntungkan karena lebih leluasa dalam membuat berbagai inovasi bisnis; di kantor merek waralaba asing, sistem manajemen pengelolaan yang telah baku acap menihilkan kemungkinan inovasi tersebut.
Kemudian, apa saja kelebihan memilih merek waralaba asing? Budi Santoso akan menjelaskan hal itu dalam lanjutan tulisan ini.
Dhit
Foto: Gettyimages/Comstock Images