Bila Anda punya rumah berlantai dua atau lebih, peran untuk ikut memangkas efek pemanasan global terbuka lebar. Sebab, di lantai paling atas, Anda bisa menghadirkan taman atap alias roof garden.
Lewat “taman langit” tersebut, sejumlah manfaat langsung pun bisa Anda petik sekaligus ikut memangkas efek pemanasan global. Antara lain penghematan energi (konsumsi listrik).
Agar kita tak terlalu asing perihal taman atap, marilah sekarang menyimak seluk-beluk tentang itu di bawah ini.
Oh, ya, sekadar tambahan, taman atap pun sering hadir di bangunan komersial seperti gedung perkantoran, rumah sakit, dan lain-lain. Tujuan hal itu tentu sama: untuk ikut serta memangkas efek pemanasan global.
Alhasi, uraian-uraian berikut ini akan mengulas penggunaan taman atap di rumah ataupun bangunan komersial.
1. Taman atap sesungguhnya merupakan teknologi alternatif untuk menjawab lahan minim. Taman tersebut mencakup pembangunan rumah/gedung dengan atap multifungsi untuk penghijauan dan resapan air.
2. Diteropong dari waktu kehadiran, taman atap telah lama ada. Di Negeri Paman Sam alias Amerika Serikat, taman atap telah jadi wacana di tahun 1950-an.
Di Hong Kong dan Jepang, sejak tahun 2000, pemerintah mewajibkan pengelola gedung menghijaukan minimal 20% dari total luas atap untuk hadirnya taman tersebut.
3. Di Indonesia, taman atap sedikit banyak mulai dihadirkan untuk memangkas efek pemanasan global. Ini bukan diharuskan oleh pemerintah, tapi merupakan inisiatif pengembang ataupun pengelola gedung.
Di satu blok perumahan (cluster) di Serpong, taman atap hadir hadir sebagai konsep unggulan.
Lantas, taman atap pun bertengger di atap satu kompleks properti terpadu elit di SCBD (Sudirman Central Business District).
Selain itu, jelas bahwa Anda pun kalau mau bisa menghadirkan taman atap dengan inisiatif sendiri.
4. Taman atap bisa diisi dengan tanaman yang berperan memerlancar penghijauan, memangkas pencemaran udara, dan lain-lain sejenis. Antara lain tanaman rambat nan piawai mengisap gas asetat dan ammonia.
Contoh lain, bambu ataupun palem nan sigap mengisap gas formalin.
5. Taman atap memerlukan konstruksi bangunan tersendiri. Maklum, taman atap menimbulkan beban; tanah dan tanaman yang hadir tentu berbobot tidak ringan. Alhasil, struktur dan konstruksi atap mesti lebih kuat bila taman atap hadir.
Sebagian ahli konstruksi bangunan ataupun aktivis lingkungan berpendapat: lebih baik lagi bila konstruksi atap untuk taman tersebut didesain sedari awal sebelum rumah ataupun gedung mulai dibangun. Pasalnya, konstruksi tersebut memang sangat spesifik.
Selain itu, jelas bahwa sistem drainase yang baik juga mesti dipunyai rumah ataupun gedung yang punya taman atap.
Hal lain yang perlu diperhatikan dalam kehadiran taman atap adalah persoalan kebocoran atap ataupun rembesan air dari taman tersebut. Alhasil, atap memerlukan penanganan tersendiri, antara lain dengan menghadirkan bahan aditif yang dicampurkan ke adukan beton yang akan dicorkan.
*****
Demikianlah sekelumit paparan perihal taman atap.
Nah, di lanjutan tulisan ini, kita akan melongok lebih rinci perihal keuntungan-keuntungan yang dilahirkan taman tersebut.
Dhit/Berbagai Sumber
Foto: Gettyimages/Dieter Spannknebel