Jual Rumah Dengan Berbagai Type Sesuai Kebutuhan Anda

|  LOGIN
  shadow header2
  shadow banner top
  shadow banner bottom

- + Dan Gedung Existing pun Bisa Green (2)
20-08-2010 04:39:36
Dilihat : 3381 kali

Dalam tulisan sebelumnya, pakar green property yang juga direktur Colliers International Indonesia, Tondy O. Lubis, menjelaskan tiga tahap pertama yang mesti dijalankan dalam transformasi gedung existing menjadi green property.

 

Itu adalah peningkatan kualitas operasional, pembentukan visi, dan proses desain/studi. Nah, tiga tahapan selanjutnya diuraikan Tondy berikut ini:

4. Konstruksi. Di sini, yang perlu diperhatikan yakni cara merenovasi bangunan existing menuju arah green seperti yang telah ditargetkan. Renovasi tersebut mesti terjadi tanpa mengganggu kenyamanan tenant/pengguna gedung.

Untuk itu, proses project management yang apik tentu perlu ada.

Untuk itu, proses pengadaan barang secara green perlu ada. Demikian pula dalam proses konstruksi. Proses konstruksi tak boleh menimbulkan polusi.

5. Commisioning. Di tahap ini, pengelola/pemilik gedung mesti memerhatikan: apakah target yang sudah ditentukan tercapai? Tahapan ini meneliti kesesuaian antara target yang telah didesain/ditetapkan, dengan hasil yang didapat.

Untuk itu, orang yang ahli dalam hal tersebut sangat diperlukan.

Contoh hal itu, andaikanlah bahwa dalam desain green property yang dilahirkan, ada target bahwa sistem AC akan menghasilkan sekian ton refrigerant per tahun, yang membutuhkan listrik sekian kilowatt per tahun. Setelah desain tersebut diwujudkan, tujuan harus dipastikan telah tercapai.

6. Operasional terakhir. Dalam tahap ini, semua proses telah selesai. Desain dan target talah tercapai; rating/sertifikasi dari Green Building Council pun telah ada.

Di tahap ini, pelatihan bagi pengelola ataupun pengguna gedung juga berperan penting. Itu agar keseluruhan aspek green property yang didesain bisa terus langgeng.

*****

Begitulah tahapan-tahapan transformasi gedung existing menjadi green property.

Tondy mengatakan:. “Sebenarnya, cukup dengan melakukan tahap pertama, itu sudah lumayan. Di situ, penghematan energi 15% bisa dicapai. Tahap-tahap selanjutnya merupakan cara untuk mencapai efisiensi yang lebih tinggi.”

 

Dhit

Foto: Gettyimages/Photosindia

Komentar