RUMAH DIJUAL DENGAN BERBAGAI TYPE SESUAI KEBUTUHAN ANDA.

Fengshui Berita Rekomendasi Wawancara Property Unik Tips Event Renovasi

Home » Artikel » Green Living » Dan Gedung Existing pun Bisa Green (1)

Dan Gedung Existing pun Bisa Green (1)
- +

18-08-2010 03:56:15
Dilihat : 2967 kali

Proyek Terkait

  • Tidak ada proyek terkait2

Artikel Terkait

Melihat gedung menjulang baru yang menjalankan konsep green property tidaklah mengherankan. Itu karena, sedari awal, gedung itu telah didesain untuk ramah lingkungan. Di gedung seperti itu, penghematan energi bisa mencapai 30%.

Lantas, apakah gedung menjulang yang telah existing tak bisa disulap menjadi green property? Tentu saja bisa.

Nah, kalau begitu, langkah seperti apa yang perlu dilakukan oleh pengelola ataupun  pemilik gedung existing? Menjawab pertanyaan ini, tentu saja kita perlu bertanya ke ahlinya.

 

Di bawah ini penjelasan dari ahli green property sekaligus direktur Colliers International Indonesia, Tondy O. Lubis. Menurutnya, untuk bersalin rupa menjadi green property, pengelola ataupun pemilik gedung existing mesti menjalani enam tahapan.

1. Peningkatan kualitas operasional. Dalam hal ini, pengelola gedung mesti benar-benar melakukan efisiensi operasional semua peralatan yang dipunyai. Tak perlu mengganti dengan yang baru.

Sudah tentu, kualitas ataupun kuantitas terhadap peralatan tersebut mesti didongkrak.

Nah, bila operasional tersebut berjalan efisien, penghematan energi sampai 15% dari yang biasanya, bisa dipetik dengan mudah.

2. Membentuk visi. Di sini, tentukanlah: gedung tersebut sesungguhnya akan dijadikan apa? Apakah ingin mengarah menjadi green property?

Bila ya, yang harus ditentukan adalah hal ini: green property itu akan ada dalam tingkat/taraf seperti apa? Mengacu ke pemeringkatan/rating dari Green Bulding Council Indonesia ataupun dunia, ada beberapa taraf green property.

Maka, terkait hal itu, pengambilan keputusan oleh pengelola/pemilik gedung, tentu sangat menentukan.

3. Proses desain dan studi. Untuk transformasi ke green property, sudah tentu satu proses riset/studi sangat diperlukan. Proses diskusi/brain storming intensif antar berbagai pihak perlu ada. Adapun pihak-pihak itu adalah konsultan, arsitek, project management, dan lain-lain.

Pada prinsipnya, proses itu bertujuan mencari cara efisien mencapai target/tingkatan green property yang telah ditetapkan sebelumnya. Juga mencari cara yang memungkinkan adanya pay back periode paling murah ataupun cepat.

Semua itu tentu memerlukan riset/studi tentang sejumlah hal: analisis teknis, analisis desain, dan lain-lain sejenis.

*****

Sampai di sini, telah ada tiga tahap menuju green property yang mesti dijalankan pengelola/pemilik gedung existing. Ada tiga tahap lagi yang mesti ditempuh; penjelasan sang pakar perihal itu bisa kita simak di bagian kedua tulisan ini.

 

Dhit

Foto: Gettyimages/Martin Barraud

 

Artikel Terkait

Komentar