Jual Rumah Dengan Berbagai Type Sesuai Kebutuhan Anda

|  LOGIN
  shadow header2
  shadow banner top
  shadow banner bottom

- + Ir. Fuad Zakaria: Di Bandung, yang Terlaris Properti Menengah
14-06-2010 10:31:58
Dilihat : 6336 kali

Walau lebih banyak beraktivitas di Jakarta, bagi Ketua Dewan Pertimbangan Organisasi Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh  Indonesia (Apersi) Ir. Fuad Zakaria, Bandung bukanlah kota asing untuk digarap. Maklum, di Kota Kembang tersebut, telah beberapa kali ia mengembangkan proyek properti.

 

Terakhir, bersama seorang rekan bernama Irwan, Fuad membentuk PT Titian Sakti untuk mengembangkan properti di kota tersebut. Bagaimana sebenarnya prospek pasar properti di Kota Bandung? Dan bagaimana seluk beluk properti yang kini dikembangkan Titian Sakti tersebut?

 

Satu sore di kawasan Slipi, Jakarta Barat, Fuad meluangkan waktu untuk berbincang dengan wartawan Propertykita.com. Berikut ini petikan percakapan tersebut.

 

Titian Sakti kini membangun beberapa proyek properti di Bandung. Apakah pasar properti di Bandung lebih bagus daripada di Jakarta?

Jakarta lebih bagus untuk pasar real estat. Itu termasuk kawasan sekitar Jakarta seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Di kawasan-kawasan tersebut, semua segmen punya pasar. Lengkap untuk pasar real estat.

 

Kalau kita melihat Bandung sebagai sebuah kabupaten, itu segmen pasarnya juga cukup lengkap. Namun, kalau dibatasi sebagai Kota Bandung semata, yang pasarnya lebar adalah segmen menengah ke atas. Nah, pasar segmen menengah ke atas di kota bandung ini tidak segencar di Jakarta dan kawasan sekitar.

 

Kalau pasar untuk properti menengah di Kota Bandung, apakah cukup bagus?

Cukup bagus. Khususnya untuk properti berharga di bawah Rp500 juta. Saya pun untuk Kota Bandung mengincar segmen menengah tersebut.

 

Apakah itu lewat proyek Soekarno-Hatta Residence?

Ya.

 

Pasar untuk Soekarno-Hatta Residence adalah kelas menengah. Pasar inilah yang paling bagus kalau di Kota Bandung.

 

Saya juga mengembangkan town house Balai Dago di belakang Dago Pakar. Harganya Rp700 juta sampai Rp1,5 miliar ke atas. Dan untuk kelas tersebut, penjualannya tidak selancar yang kami harapkan.

 

Di kawasan Cisitu, saya pernah juga mengembangkan proyek properti seharga rp500 juta sampai rp700 juta. Dan penjualannya bagus. Itu kompleks town house dua lantai.

 

Jadi, yang pasarnya bagus di Kota Bandung, ya yang untuk segmen di bawah Rp500 juta tersebut.

 

Area untuk segmen tersebut, ya jelas tidak bisa di kawasan primer. Mesti di lokasi seperti kawasan Soekarno-Hatta dan Antapani. Itu karena harga tanah di kawasan tersebut masih “masuk” untuk membangun rumah segmen menengah.

 

Kemudian, kawasan yang kalau kita  lihat dari peta terletak di bawah Soekarno-Hatta, itu juga masih oke untuk pembangunan rumah segmen menengah. Begitu pula di kawasan Cimahi. Kawasan Margahayu juga begitu.

Kalau di kawasan utara, itu harga tanahnya tidak “masuk” untuk pembangunan rumah segmen menengah tersebut.

 

Bisa bercerita lebih jauh tentang pengembangan Soekarno-Hatta Residence?

Di kawasan tersebut, kami punya lahan seluas 3,8 hektare. Kami merencanakan membangun 240 unit rumah dengan harga di bawah Rp600 juta. Kisaran harganya Rp200 juta sampai Rp600 juta. Segmen untuk harga tersebut bagus.

 

Bagaimana kemajuan pengembangan Soekarno-Hatta Residence sejauh ini?

Sejauh ini, kami ada di tahap mengurus perizinan. Kami merencanakan membangun apartemen murah ataupun menengah non-subsidi di Soekarno-Hatta Residence.

Mengacu ke pengalaman beberapa pengembang apartemen murah, Kota Bandung merupakan pasar yang cukup bagus untuk properti tersebut. Itu misalnya buah Batu Park.

 

Kami menunggu perkembangan pasar untuk membangun apartemen tersebut. Kalau market-nya bagus, ya kami membangun apartemen tersebut. Namun kalau tidak demikian, ya keseluruhan Soekarno-Hatta Residence diisi landed house.

 

Kapan pemasaran unit properti di Soekarno-Hatta Residence dimulai?

Mudah-mudahan, empat bulan ke depan, hal tersebut sudah berlangsung.

 

Dari keseluruhan lahan seluas 3,8 hektare itu, kapan pengembangannya selesai?

Targetnya dua tahun.

 

Selain properti hunian, di Soekarno-Hatta Residences akan ada fasilitas apa?

Direncanakan ada fasilitas olah raga seperti lapangan futsal, kolam renang, dan tenis. Ada pula kompleks rumah toko (ruko).

 

Kalau apartemen tersebut jadi dikembangkan, lahan 1 hektare akan kami gunakan untuk itu.

 

Kisaran luas unit rumah tinggal yang dibangun, bisa dijelaskan?

Itu rumah tipe 30, 36, 45, dan 54. Dengan harga di bawah Rp600 juta.

 

Pemerintah Kota Bandung menetapkan, antara lain, kawasan seperti Soekarno-Hatta sebagai arah pengembangan baru. Apakah ini yang mendasari Anda memilih lokasi tersebut?

Itu melatari pemilihan kami. Kan ada rencana bahwa Bandung Timur menjadi sentra aktivitas baru. Maka, lima tahun ke depan, sangat mungkin bahwa Kota Bandung bagian timur jauh lebih ramai dibandingkan sekarang.

 

Faktor lain yang sekarang nyata, kami mengejar pasar di bagian timur Kota Bandung. Lihat saja, di kawasan seperti Jatinangor, kan banyak kampus perguruan tinggi.  

 

Apakah pergerakan harga tanah di Bandung Timur cukup bagus?

Cukup bagus. Di sekitar Soekarno-Hatta residence, mencari lahan kosong juga sudah sulit. Lain halnya kalau di Jatinangor, Cileunyi, dan Cisalengka.

 

Di tiga kawasan terakhir tersebut, harga tanahnya masih lebih murah. Namun harga tanah juga sudah terus naik.

 

Untuk Soekarno-Hatta Residence sendiri, harga tanahnya di kisaran Rp500.000 per m2. Untuk rumah dengan luas bangunan 30 dan luas kaveling 44, masih bisa dijual dengan harga Rp250-an juta. Itu tipe yang paling kecil.

 

 

Pewawancara/Foto: Dhit

 

 

 

 

Komentar