Tak selamanya desain yang serba minimalis dan simpel selalu berumur panjang (long lasting). Anda ingin membuktikannya? Lihat saja ubin atau tegel kuno (klasik) ini. Kekhasan tegel yang memiliki permainan warna dan motif tersebut kini semakin banyak dicari orang saat ingin membangun ataupun merenovasi rumah. Kata kuno yang menghinggapi nama tegel ini memang berdekatan dengan kesan tua dan tidak menarik. Namun, banyak orang meyakini bahwa mengaplikasikan tegel dengan motif kuno seperti bunga, daun dan batik ini bisa menghadirkan kesan mewah tersendiri dalam hunian mereka. Sehingga kini orang tak perlu bersusah payah membeli lampu kristal dan furnitur elegan yang berharga ratusan juta untuk membangun citra mewah.
Namun, tak mudah untuk menemukan dan membeli tegel ini karena saat ini produsen tegel kuno tak sebanyak jaman dahulu dimana hampir setiap rumah menggunakan tegel tersebut. Barangkali rumah Anda pada masa kecil dulu juga memakai tegel ini. Jika ya, Anda pasti bisa merasakan lantai rumah menjadi lebih dingin dan lebih cepat mengering ketika selesai dipel. Bahkan tegel ini memiliki pori-pori sehingga tak mudah pecah saat terkena panas.
Nostalgia seperti ini yang kini menyedot perhatian banyak orang sehingga mereka ingin membelinya bahkan ada yang memburu tegel kuno bekas yang berasal dari bongkaran rumah-rumah kuno. Seru bukan? Saat ini tegel yang berbahan dasar semen hitam, semen putih, pasir dan pewarna ini hanya memiliki satu pabrik di Yogyakarta yang telah berdiri sejak 1929. Jika Anda berminat ingin mengaplikasikan rumah dengan tegel ini, perhatikan tips berikut:
- Untuk pemasangan eksterior, cermati tempat yang akan dipasangi dengan tegel ini sehingga pas warna dan motifnya pas dengan desain rumah.
- Pada ruangan interior, Anda sebaiknya lebih cermat lagi memasang tegel ini. Jika tidak, kesan mewah dari tegel ini tidak muncul dengan semestinya. Jangan mengaplikasikan tegel ini pada semua lantai di rumah karena bisa membuat rumah terkesan kuno. Pusatkan saja pada ruangan-ruangan yang penting seperti teras, ruang keluarga, tempat ibadah, dan sebagainya.
- Anda bisa juga menambahkan border di tepi-tepinya sehingga lantai terlihat seperti permadani.
- Apabila ingin menggunakan tegel kuno bekas, haluskan dulu tepian tegel dari sisa semen. Untuk membersihkannya, Anda bisa menggunakan gerinda. Jika terdapat kerusakan atau pecah di pinggiran tegel, janga ragu untuk tetap memakainya. Anda bisa menambalnya dengan semen atau membuat nat yang agak lebar.
- Pemilihan warna juga mempengaruhi atmosfer di sebuah ruangan. Misalnya, untuk mendapatkan ruangan yang bersih dan lapang, gunakan tegel dengan warna putih bercorak. Untuk kesan asri dan hangat (teras), pilih tegel warna kuning. Sedangkan pada ruangan yang memiliki cahaya redup, “hidupkan” dengan tegel bertekstur gelap.
- Anda bisa juga memainkan jarak antara tegel satu dengan tegel lainnya (variasi nat) dengan membuat perbedaan tebal dan tipis nat. Sebaiknya nat dibuat rapat sehingga air tidak merembes melalui nat.
- Pilih tegel dengan kualitas terbaik. Caranya, gosok tegel sikat kawat, jika tidak meninggalkan goresan yang parah, berarti tegel tersebut bermutu baik. Selain itu, pilih yang bertekstur halus dan berpori-pori kecil.
- Tegel ini harus tetap dirawat dengan benar dan teratur agar awet dan tetap berkilap. Untuk menjaga kilapnya, Anda dapat menggunakan Natrium Oksalat / pembersih lantai yang mengandung disinfektan.