RUMAH DIJUAL DENGAN BERBAGAI TYPE SESUAI KEBUTUHAN ANDA.

Fengshui Berita Rekomendasi Wawancara Property Unik Tips Event Renovasi

Home » Artikel » Bahan Bangunan » Percantik Lantai Dengan Karpet

Percantik Lantai Dengan Karpet
- +

03-03-2009 10:16:52
Dilihat : 11003 kali

Proyek Terkait

  • Tidak ada proyek terkait2

Artikel Terkait

Untuk mempercantik interior, Anda harus seksama memperhatikan apa yang dibutuhkan agar rumah terlihat cantik. Misalnya saja lantai, akan terkesan lebih indah dengan hamparan karpet (permadani). Dan karpet ternyata punya banyak keunggulan. Anda dapat dengan mudah memasangnya di tiap ruangan. Karpet juga dapat mengubah suasana ruangan menjadi “hangat” dalam sekejap. Dan karpet dapat menutupi ubin/lantai yang sudah retak tanpa harus bersusah payah membongkar lantai Anda. Dengan berbagai pilihan jenis, warna, model, dan harga, Anda tentu harus tahu hal-hal apa yang harus diperhatikan sebelum membeli karpet untuk rumah Anda.

 

Budget untuk membeli karpet.

Seberapa mahalkah Anda sanggup membayar? Variasi harga karpet di pasaran tergantung dari bahan dan cara pembuatannya. Harga karpet handmade misalnya, lebih mahal daripada yang dibuat dengan mesin. Apalagi yang tingkat kerapatan anyamannya tinggi dengan bulu-bulu yang tebal. Sampai saat ini, karpet berkualitas masih diimpor dari Turki, Mesir, Belgia, dan yang paling terkenal berasal dari Iran karena motifnya yang kaya dan mewah.

Di ruangan mana karpet  akan diletakkan.

Hal ini akan menentukan jenis karpet yang Anda beli. Semakin sering ruangan tersebut dilewati, maka Anda harus semakin sering menjaga kebersihannya. Karena ada jenis karpet yang sangat cocok diletakkan di kamar tidur, tapi akan cepat kotor dan rusak jika ditaruh di ruang keluarga.

Tekstur karpet.

Tekstur bulu karpet tersedia dalam berbagai tipe. Misalnya cut pile (permukaan bulu-bulu terpotong atau lurus berdiri), loop pile (bulu-bulu bergulung atau ikal), dan gabungan keduanya (cut and loop). Yang sering dipakai di ruangan rumah adalah tipe cut pile, sedangkan di ruangan komersial/kantor adalah tipe loop pile.

Bahan karpet.

Bahan karpet dibagi menjadi dua, yaitu yang terbuat dari serat alami dan sintesis. Meski daya tahannya relatif sama, tapi penggunaan dan harganya bisa jauh berbeda. Bagaimana Anda dapat membedakannya? Berikut adalah perbandingan antara karpet berserat alami dan berserat sintesis.

- Karpet dari serat alami biasanya terbuat dari wol, sutera, atau bambu. Pembuatannya dianyam dengan tangan, hasilnya lebih halus, dan warna-warnanya cenderung matt.

- Pada karpet berserat alami biasanya ada kode spesifikasi seperti 1/10, yang berarti setiap satu incinya dianyam dengan 10 jarum. Semakin banyak jarum, maka semakin tinggi tingkat kerapatannya dan harganya juga akan semakin mahal.

- Anda ingin kemewahan interior yang natural? Karpet jenis ini adalah pilihan yang paling tepat. Tapi karpet ini tidak disarankan untuk ruangan yang banyak dilalui orang, karena bahannya yang cepat rontok. Jadi cukup Anda pasang di kamar tidur.

- Sedang untuk karpet berserat sintetis, bahannya bisa terbuat dari nilon, polypropelene, atau polyester. Dan karena dibuat dengan mesin, maka teksturnya agak kasar dan hasilnya lebih glossy. 

- Untuk ruangan di rumah, orang banyak memakai karpet berserat polypropelene dan akrilik. Meski harga keduanya relatif terjangkau, tapi kualitas berbeda. Ketahanan bulu-bulu karpet berserat sintetis polypropelene cukup baik dan tidak mudah rontok. Jadi aman bagi kesehatan. Tingkat kehalusannya juga baik sehingga lebih terasa kelembutannya. Sebaliknya, bahan akrilik bulunya terkesan tebal dan lembut tapi mudah rontok. Umurnya pun tidak lama, paling lama hanya empat tahun.

Ukuran ruangan.

Ukurlah ruangan yang akan dipasang karpet. Ukuran ini tidak harus tepat jika Anda akan membeli karpet jadi/siap pakai. Tapi jika Anda ingin karpet yang dibuat sesuai dengan ukuran ruangan Anda, pastikan Anda mengukurnya seakurat mungkin. Petugas toko biasanya akan membantu Anda mencari ukuran karpet yang sesuai dengan ruangan Anda.

 

Merry Sondang/berbagai sumber

Foto: dok.net

Artikel Terkait

Komentar