Anda berencana membuka kantor di rumah? Atau Anda ingin mengubah tampilan lama di kantor dengan yang baru? Pastikan furnitur menempati urutan teratas dalam daftar renovasi kantor. Biasanya, para pebisnis pemula cenderung membeli perabot yang ekonomis namun tetap dapat digunakan dengan baik (dan kalau bisa awet).
Jika Anda bekerja sendiri alias solo karir, desain tempat bekerja ini dipastikan sesuai selera si penggunanya. Dengan kata lain, ruangan bekerja ini bergaya Anda banget. Misalnya, garasi bisa Anda sulap menjadi ruang kerja dengan memasukkan beberapa kursi dan meja bergaya vintage. Voila, Anda kini sudah memiliki perabot baru untuk ruang kerja!
Namun, bagaimana jika Anda bekerja dengan beberapa orang yakni para karyawan Anda? Tentunya perabot yang akan digunakan harus disesuaikan dengan jumlah mereka dan jenis pekerjaannya. Kesampingkan dulu keinginan pribadi Anda, tapi fokuskan dulu perhatian Anda untuk memilih meja dan kursi standar untuk bekerja.
Intinya disini Anda harus mengutamakan interior yang menggambarkan profesional dalam bekerja. Dimana, perusahaan ini adalah tempat bekerjasama, saling berbagi informasi, pikiran dan menyelesaikan pekerjaan bersama.
Pikirkan juga mengenai pemasangan perangkat teknologi, rak, lemari, dan penyusunan perabot. Saat menata mebel termasuk pernak-pernik, pikirkan peletakan secara horisontal maupun vertikal agar hemat tempat.
Disini ada lima tips yang membantu Anda membeli perabot untuk perkantoran.
1. Usahakan furnitur yang Anda gunakan membantu efektivitas bekerja
Untuk memudahkan pemasangan perangkat elektronik, alat komunikasi dan penyusunan perabot, Anda harus mengutamakan rasa saling memiliki dan kerjasama antar karyawan. Untuk itu, pikirkan untuk menjawab pertanyaan seperti:
- Jenis perabot apa yang paling dibutuhkan? Meja rapat, mesin faks, telepon, komputer, lampu, AC, dsb.
- Perlukan meja kubikel demi privasi masing-masing karyawan?
2. Buat daftar minimal perabot yang dibutuhkan untuk menghindari pembelian barang-barang yang tak dibutuhkan
Biasanya, masalah yang dihadapi pebisnis rumahan adalah ruangan yang terbatas. Sementara itu, kita terkadang kalap ketika membeli furnitur terutama jika mendapatkan potongan harga ketika membeli jumlah banyak.
Pikirkan juga untuk menambah jumlah ruangan, misalnya membuat rumah bertingkat sehingga ada banyak space. Atau bisa juga memaksimalkan pengunaan rak-rak dan lemari sehingga tak makan tempat.
3. (Lagi-lagi) beli perabot sesuai kebutuhan dan fungsi, bukan karena bentuk/modelnya. Contohnya jika Anda membeli meja kubikel, sementara ruangan yang tersedia cukup terbatas dan hanya bisa diisi beberapa kursi dan meja dengan ukuran tertentu. Pastinya tidak match, bukan?
4. Pikirkan untuk menyewa furnitur, terutama jika finansial terbatas
Menyewa perabot, kenapa tidak? Disini, Anda bisa menghemat budget dan mengganti dengan meja-kursi lain (apabila sudah bosan atau disesuaikan dengan jenis pekerjaan). Namun, jika keuangan Anda mencukupi untuk membeli perabot, lebih baik beli secara tunai. Hal ini untuk menjaga keuangan perusahaan tetap stabil karena tak diganggu kredit pembayaran furnitur.
5. Pikirkan kenyamanan dan keamanan karyawan
Utamakan juga rasa aman dan nyaman ketika sedang bekerja. Jadi jangan sampai Anda salah pilih meja-kursi sehingga menimbulkan pegal, sakit punggung, pusing, mata lelah, mata perih dan ketidaknyamanan lainnya. Rasa lelah, kurang konsentrasi dan iritasi juga merupakan efek dari penggunaan furnitur yang kurang tepat bagi karyawan.
Ari Dwi Astuti/berbagai sumber
Email: aria@propertykita.com
Foto : doc.net
|
Tidak ada Komentar dalam Database
Leave Comment |