


Sebelum diakui UNESCO sebagai warisan budaya yang dihasilkan oleh Indonesia, batik telah menjadi bagian dari budaya Indonesia. Bukan saja dipakai dalam bentuk pakaian, tapi juga diaplikasikan sebagai dekorasi dan furnitur rumah. Meski sebelumnya hanya digunakan untuk dekorasi interior seperti pajangan dinding, penyekat ruang, sarung bantal, dan taplak meja, tapi seiring dengan kemajuan teknologi, aplikasinya kini semakin berkembang luas.
Dimulai pada awal 1990-an, penerapan batik mulai dipakai pada material lain selain kain, misalnya kayu, keramik, kaca, dan lain-lain. Dan kini, batik bisa Anda temui dalam berbagai medium yang semakin unik karena batik bisa menjadi elemen dekorasi interior yang indah dan menawan untuk dihadirkan di dalam rumah. Motifnya dapat memberi warna berbeda pada sebuah ruang jika ditempatkan dengan tepat.

Sama dengan batik tulis
Bagaimana membuatnya? Proses penciptaan furnitur batik sama dengan pembuatan batik tulis di atas media kain yang dimulai dari membuat pola, menentukan motif, membatik dengan memakai canting, sampai dengan mewarnai yang sama persis dengan membatik di atas kain. Yang membedakannya adalah pada komposisi cairan pelarut malam (lilin) dan finishingnya. Tahap yang harus dilalui pada pembuatan seni furnitur batik lebih banyak dibanding dengan pembuatan batik tulis di atas kain. Makanya tidak heran kalau proses pembuatan seni furnitur batik lebih lama dibanding dengan furnitur biasa.
Untuk membuat sebuah karya seni furnitur batik dibutuhkan keahlian dari 2 bidang yang berbeda, spesialis seni furnitur dan seni batik tulis. Ini adalah sebuah kolaborasi yang langka dan menarik untuk dipadukan.

Berbagai bahan kayu
Bahan dasar furnitur batik bisa terbuat dari kayu mahoni, kayu jati, kayu mangga, kayu sengon atau kayu pulai. Dan beberapa contoh furnitur batik adalah meja batik, kursi batik, lemari batik, meja rias, cermin batik, ranjang batik, tempat koran, daun pintu, dan lain sebagainya.
Sebagai aplikasi desain interior kontemporer maupun tradisional, furnitur batik cukup fleksibel. Karena batik tidak hanya serasi dalam interior rumah tradisional seperti rumah Jawa, dimana unsur kayu beserta ukirannya dominan digunakan, tapi juga dapat dikombinasikan dengan model rumah apa saja asal disesuaikan dengan materi yang dipakai serta pengolahannya.
Merry Sondang/berbagai sumber
Foto: doc.net