Cari artikel

Articles / Category / Tips
Bookmark and Share

Gaya Etnik Untuk Kamar Tidur
- +

16-10-2009 14:10:17

Seringkali, orang menghabiskan waktu terbanyak di rumah dengan beristirahat di kamar tidur. Apalagi kalau seseorang sudah dalam kondisi lelah akibat bekerja seharian dan terjebak kemacetan saat perjalanan pulang. Tak heran, banyak orang cenderung memilih beristirahat supaya siap kembali bekerja keesokan pagi. Andakah salah satunya?

Ya, kamar tidur memang bisa jadi ruang pribadi pilihan untuk beristirahat, mengerjakan pekerjaan, beribadah, dan sebagainya. Bisa juga untuk menonton televisi, film ataupun musik dengan memboyong televisi (TV) dan peralatan audio. Jadi banyak aktivitas yang dilakukan selain tentunya beristirahat.

Kalau sudah begini, tentunya syarat utama kamar tidur yakni nyaman harus terpenuhi. Anda bisa memenuhi syarat ini dengan memperhatikan besar ruangan, perabot, ventilasi udara dan sebagainya. Ada banyak gaya kamar tidur yang bisa Anda pilih. Ingin memiliki kamar tidur yang tampil beda dan tidak membosankan? Anda bisa mencoba kamar tidur bergaya etnik.

Anda perlu mengetahui perabot dan aksesoris apa saja yang cocok diaplikasikan untuk ruangan ini. Karena furnitur yang pas akan membuat Anda nyaman dan juga bangga memiliki kamar tidur tersebut. Desain bernuansa tradisional akan membuat ruang tidur menarik dan cantik. 

Jika masih bingung menentukan perabot dan aksesorisnya, Anda tinggal memantapkan tema untuk ruang tidur. Apakah akan diberi satu tema saja seperti gaya tradisional Jawa atau multicultural, misalnya gabungan Barat dan Timur?


Ciri khas ruang tidur etnik yakni:

  • Furnitur terbuat dari kayu solid, seperti kayu jati
  • Warna cenderung gelap
  • Bergaya etnik
  • Ornamen ukiran
  • Aksesoris etnik/unik, seperti lampu, kelambu, dan sebagainya
  • Finishing dengan teknik pelitur, petel, ataupun pupur

Mengecat kayu untuk perabot dengan teknik pelitur sudah tidak asing lagi pastinya. Lapisan cat dari bahan spiritus dan sirlak ini diyakini membuat furnitur terlihat lebih mengkilat dan awet.

Sebaliknya, belum banyak yang mengetahui teknik pupur. Caranya, Anda gunakan saja cat tembok warna putih dan sudah dicampur air sehingga lebih cair lalu aplikasikan pada permukaan perabot kayu. Jika sudah kering, ampelaslah permukaan kayu ini. Anda akan mendapatkan permukaan kayu yang berpori-pori warna putih. Tampilan seperti ini mirip dengan wajah orang yang diberi bedak (pupur dalam bahasa Jawa).

Anda  ingin memiliki perabot berikut aksesoris yang berkesan primitif? Cari dan letakkan pernak-pernik yang dibuat dengan sentuhan teknik petel. Cara mempraktekkan teknik dengan mengelupas bagian permukaan kayu dengan sejenis kapak. Jadi tampilan perabot ataupun aksesoris Anda akan berkesan lebih etnik dan tradisional.


(Ari Dwi Astuti/berbagai sumber)

Foto: doc.net

Komentar

Tidak ada Komentar dalam Database

Leave Comment

Nama* :
E-Mail* : E-Mail tidak akan dimunculkan
Komentar*