Cari artikel

Articles / Category / Wawancara Tokoh
Bookmark and Share

Hary Jap, Ketua Umum Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI)
- +

06-07-2009 11:23:11

Sang Businessman Dengan Idealisme Tinggi

 

Nama Hary Jap sudah tidak asing lagi di dunia properti Indonesia. Mulai bergabung dengan Ray White Kelapa Gading sebagai marketing executive, lalu membuka perusahaan properti sendiri di tahun 1999, dan pada 2001 memutuskan untuk membuat situs properti www.indoproperty.com, yang berhasil membawa namanya sebagai Top Marketing Executive beberapa kali. Pria berusia 39 tahun ini juga terpilih sebagai Ketua DPD AREBI Jakarta sejak 2002 dan banyak diminta menjadi pembicara di berbagai acara. Simak hasil interview propertykita.com yang ikut serta sebagai partner pada acara pertemuan AREBI se-Jakarta dengan Hary Jap.

 

Setelah pertemuan hari ini, apa yang menjadi harapan Pak Hary kepada AREBI sekarang dan di masa mendatang?

“Harapan setelah pertemuan hari ini dari pihak AREBI adalah agar semakin banyak orang lagi yang bergabung dan ikut mendaftar sebagai broker properti/agen properti yang bersertifikat untuk mengikuti peraturan pemerintah. Karena kemarin hukumnya belum wajib, sekarang para broker harus mempunyai sertifikat ini.”

“Sebenarnya yang paling mahal dari pertemuan ini adalah mengumpulkan semua agen properti. Dari seluruh broker di Indonesia, hanya 30% yang sudah bergabung dengan AREBI. Dengan adanya SK menteri ini, sisanya mau tidak mau harus bergabung untuk mempunyai sertifikat itu dan bergabung dengan AREBI.”

“Dan hal ini tentu berdampak positif terhadap masyarakat. Mereka akan memakai jasa broker properti yang sudah tersertifikasi, sekaligus memudahkan mereka untuk komplain karena sudah ada asosiasi yang menaunginya. Sekarang pun AREBI sudah mengkampanyekan untuk memakai jasa anggota mereka.”

“Nantinya pertemuan-pertemuan serupa akan rutin dilakukan, meski dengan format yang berbeda. Jika pertemuan sebelumnya diadakan oleh koordinator wilayah (korwil) selatan untuk menjangkau agen-agen yang di daerah selatan, kali ini untuk seluruh Jakarta, tapi memang tidak bisa langsung datang semua. Target hari ini seharusnya 100 orang yang non-anggota, tapi belum tercapai.”

 

Di tengah-tengah perkembangan tekonologi, seberapa besar peran internet bagi para para agen properti untuk mengembangkan promosi mereka?

“Peran internet sebagai media promosi itu adalah sangat besar. Saya dari 10 tahun yang lalu termasuk orang yang mempelopori situs properti di Indonesia, www.indoproperty.com. Waktu itu belum banyak situs di Indonesia, tapi saya menyadari bahwa media internet itu penting. Tapi jangan berpikir bahwa media internet itu hanya sebagai media promosi, karena pemikiran seperti itu akan ketinggalan jaman. Dipicu oleh Web 2.0 dimana fungsi internet menjadi interaktif, sangat salah kalau orang berpikir bahwa sebuah situs hanya sebagai brosur online, harus ada unsur interaksi. Dan jika sebuah situs hanya berpatokan pada Web 1.0 dengan hanya memberikan informasi sebanyak-banyaknya, nantinya akan tertinggal oleh kemajuan yang ada. Tanggung jawab propertykita.com juga harus menyadari hal itu. Karena AREBI sendiri sudah memakai media itu sebagai media komunikasi.”

“Para agen properti/broker di Indonesia sudah mau memakai internet karena efektifitas yang didapat. Dan propertykita.com harus memikirkan bagaimana agar situsnya menjadi efektif. Karena pada awalnya para visitor akan mencoba-coba, dan jika ternyata situsnya belum efektif, mereka cenderung akan kapok untuk memakainya lagi. Dan itu tantangan untuk propertykita.com untuk menjadi lebih baik. Harus lebih daripada sekedar situs perusahaan saja, dan perusahaan yang berbasis internet ini harus dipromosikan. Jangan berpikir bahwa situs hanya tempat berpromosi, tapi ia juga harus mempromosikan dirinya."

 

Apa yang membuat Bapak bisa bertahan di bisnis ini sampai dengan sekarang?

“Saya sudah lama menekuni bidang ini, lebih dari 10 tahun. Waktu itu saya mulai dari sales person marketing, dan mungkin karena itulah saya bisa berbicara banyak tentang dunia marketing. Dan posisi saya di AREBI membuat saya merasa ini adalah tempat untuk mengasah idealisme. Karena disini kami tidak dibayar namun tetap harus mencurahkan waktu dan energi. Sebagian dari diri saya adalah seorang businessman adalah sebagian lainnya punya idelalisme itu. Misalnya, saya menulis di sebuah majalah properti sebagai redaktur ahli selama 9 tahun itu lebih kepada penyaluran idealisme. Karena disitu sudah jelas tidak menghasilkan uang. Dan jika saya duduk di KADIN juga termasuk salah satu penyaluran idealisme. Intinya, untuk sukses kita harus tekun dan harus mau belajar tentang hal-hal baru. Sayangnya, kebanyakan broker-broker masih malas belajar dan masih berpikir ini bisnis yang mudah. Padahal butuh lebih dari sekedar semangat.”

 

 

Merry Sondang/dok: propertykita.com)

Komentar

Tidak ada Komentar dalam Database

Leave Comment

Nama* :
E-Mail* : E-Mail tidak akan dimunculkan
Komentar*