Kamar tidur bagi anak bisa jadi tempat yang istimewa karena mereka menemukan teritorinya sendiri. Untuk itu kita perlu memperhatikan kenyamanan di dalamnya. Hal-hal yang penting seperti tempat tidur dan meja belajar harus selalu tersedia. Posisi tempat tidur sebaiknya menempel pada sisi dinding supaya tidak memakan tempat dan aman bagi balita. Biarkan cahaya alami menerangi kamar di siang hari, asal tidak menyilaukan. Sementara malam hari gunakan lampu dengan sistem dimmer sehingga terang cahaya bisa dikecilkan saat tidur.
Kebutuhan setiap anak berbeda sesuai dengan perkembangan usianya. Karena itu desain kamar anak harus fleksibel dan terus beradaptasi dengan perubahan pada anak. Berikut ini beberapa inspirasi desain kamar anak yang melibatkan kecenderungan dan karakter mereka.
Si girlie
Kamar anak perempuan biasanya disajikan dengan warna-warna lembut dan sedikit terlihat genit. Tetapi tidak perlu terpaku dengan stereotipe anak perempuan yang identik dengan warna pink. Umumnya mereka menyukai barang-barang yang cantik atau girlie. Anda bisa memilih ranjang dengan aksen kelambu tipis, yang di atasnya bisa dibuka-tutup. Hadirkan motif-motif bunga, garis-garis lengkung atau aksen pita pada tirai, bantal dan sprei. Letakkan lampu meja dengan bentuk kap yang lucu dan warna-warni.
Anak perempuan juga suka mencoba berdandan meniru ibunya. Tambahkan saja meja rias kecil di sebelah ranjang. Untuk bermain dengan boneka kesayangannya, sediakan area duduk dekat jendela.

Anak laki-laki umumnya senang bermain-main dan kurang peduli dengan kamarnya. Pilihan furnitur yang merangsang permainan imajinatif atau menawarkan sedikit action bisa membantunya untuk lebih betah di kamar. Misalnya, tempatkan bentuk ranjang menyerupai perahu, speedboat atau mobil-mobilan di kamarnya. Pastikan kualitasnya tahan banting agar aman saat anak melompat-lompat di atasnya.
Untuk membentuk suasana, hiasi dinding kamar dengan gambar-gambar yang mendukung, misalnya panorama laut. Begitu pula pilihan aksesoris seperti motif pada tirai, lemari, bantal, sprei dan sebagainya. Tapi, jangan terlalu banyak warna supaya tidak membuat anak terstimulasi berlebihan.
Pada usia sekolah, anak-anak perempuan maupun laki-laki mulai suka mengoleksi sesuatu. Mereka akan selalu memainkannya atau sekadar memandanginya sebelum tidur. Untuk itu, perlu disediakan tempat untuk menyimpan dan memajang di kamarnya. Tempatkan rak-rak terbuka atau ambalan di dekat ranjang. Akan lebih menarik jika memiliki kesatuan warna dan desain dengan lemari dan meja belajar. Untuk tempat penyimpanan, siapkan laci di bawah ranjang atau kotak-kotak dengan warna cerah dan mudah dipindah-pindah.
Tidak sedikit anak yang hobi membaca, sampai hendak tidur pun mereka masih menyempatkan membuka buku kesukaannya. Supaya lebih nyaman, coba lengkapi kamarnya dengan rak-rak buku yang mudah dijangkau dari ranjang. Tempatkan lampu baca yang cukup terang di samping ranjang atau dari arah atas. Jika ruangan cukup luas, buatkan tempat duduk khusus untuk membaca dekat meja belajar, atau di sudut ruang dekat jendela kamar.
Si supel
Menginjak remaja, anak mulai suka mengundang teman-temannya ke rumah. Dan kamar menjadi tempat berkumpul (meeting point) yang paling disenangi. Sisihkan sudut ruang kosong untuk tempat mengobrol. Ukuran ranjang bisa sedikit lebih besar untuk menampung teman yang mungkin menginap. Pilihan desain furnitur yang lebih sederhana dengan warna-warna netral seperti cokelat lebih pas untuk kamar remaja. Tambahkan sedikit aksen warna pada dinding atau aksesoris. Seperti hamparan karpet yang lembut dengan warna cerah yang bisa memberi kesan hangat.
Untuk berdua
Tidak jarang karena keterbatasan ruang kita menyediakan satu kamar untuk berdua. Meski harus berbagi dengan kakak atau adiknya, tentukan dengan jelas batas-batas daerah (teritori) setiap anak. Model ranjang bertingkat bisa menjadi salah satu pilihan pada ruang yang kecil. Pilih warna, motif sprei, bantal dan aksesoris sesuai dengan keinginan mereka. Keberadaan anak tangga sekaligus bisa digunakan sebagai alat bermain. Tapi, pastikan dulu tidak berbahaya bagi anak. Dan sediakan meja belajar yang besar untuk digunakan bersama.
Merry Sondang/berbagai sumber
Foto: dok.net