JAKARTA—PropertyKita: Roadshow yang diselenggarakan oleh PT Lippo Karawaci, Tbk. ke negara-negara pusat keuangan Asia, yaitu Hong Kong, Singapura, dan Tokyo, sejak tanggal 9 Agustus hingga 12 Agustus 2010, menarik minat para investor besar kelas dunia. Tujuan dari roadshow ini secara makro adalah ingin terus mempromosikan kemajuan ekonomi dan potensi Indonesia sebagai tempat strategis untuk berinvestasi, sekaligus juga untuk melihat minat pasar internasional untuk berinvestasi di Indonesia. Demikian menurut satu siaran pers yang dikeluarkan pengembang tersebut di Jakarta, Senin (23/8).
Dalam roadshow tersebut, Presiden Direktur PT Lippo Karawaci, Tbk., Ketut Budi Wijaya, menjelaskan mengenai rencana ekspansi mereka dalam bidang retail malls dan pengembangan rumah sakit baik untuk kelas menengah atas maupun kalangan menengah bawah.
Menurut Ketut di roadshow tersebut, usaha-usaha pengembangan yang dijalankan ini sebenarnya searah dengan pembangunan nasional, seperti dalam bidang kesehatan di mana saat ini Pemerintah sedang mengintensifkan pembangunan rumah sakit umum untuk kalangan menengah ke bawah. Sama halnya dengan Pemerintah, Lippo Karawaci juga merencanakan akan membangun puluhan rumah sakit tipe ini.
Di bidang retail malls, Lippo Karawaci berencana membangun mal-mal di berbagai kota besar di Indonesia. Saat ini mereka mengelola 25 mal yang tersebar di seluruh Indonesia dengan pangsa pasar sebesar 20%. Pembangunan mal-mal yang baru ini akan memperbesar pangsa pasar yang dimiliki.
Di bidang properti, ujar Ketut lagi, Lippo Karawaci berencana menambah jumlah pasokan apartemen yang dimiliki dengan meluncurkan dua menara apartemen di tahun 2010. Selain itu, Lippo Karawaci menargetkan penjualan 100–120 hektar dari landbank yang dimiliki--meningkat dari 80 hektar di tahun lalu. Saat ini, Lippo Karawaci memiliki 1.600 hektar landbank.
“Kami sangat puas dengan antusiasme lembaga keuangan internasional dari tiga negara yang kami kunjungi, dan sinyal positif ini akan berdampak besar bagi Lippo Karawaci maupun dunia investasi di Indonesia,” ujar Ketut.
Dhit
Foto: Dhit