Pada tulisan sebelumnya, telah kita bahas sejumlah langkah tak berbiaya melangit untuk memercantik rumah kala Lebaran. Itu antara lain mencat ulang, merapikan, dan membersihkan.
Untuk semua itu, berbagai variasi/permainan bisa dilakukan. Antara lain, untuk cat fasad ataupun interior, permainan aksen warna bisa hadir.
Wah, ya, ada yang kelupaan: Anda pun bisa menggunakan warna yang berbeda antar-ruangan. Namun, di situ perbedaan warna cat yang terlalu kontras perlu dihindari. Di samping itu, perlu diperhatikan pula harmonisasi warna cat dengan warna perabot, lantai, dan karpet.
Nah, kini, mari kita kupas upaya lain yang bisa digelindingkan sehingga rumah tampil lebih elok di Lebaran.Upaya tersebut juga tidak berbiaya melangit; simpel namun piawai membuat rumah tampil elok.
1. Menambahkan berbagai aksesori. Ini bisa dilakukan lewat berbagai cara.
>Untuk penambahan ataupun pergantian aksesori, ada baiknya si empunya rumah terlebih dulu menentukan tema serta warna dekorasi untuk Lebaran tahun ini. Barulah aksesori baru dihadirkan.
>Di sofa, aksesori baru ini bisa hadir dengan biaya tak melangit: sarung bantal baru nan apik. Tentu, warna sarung bantal anyar itu bisa disesuaikan dengan tema besar yang telah ditentukan.
Bisa pula, warna sarung bantal itu berperan sebagai pemberi aksen. Misal, di sofa warna abu-abu, sarung bantal baru warna kuning bisa hadir, bukan?
>Beberapa vas bunga nan elok bisa hadir memerindah rumah Anda kala Hari Kemenangan tersebut datang. Di sini, lagi-lagi, sesuaikan warna vas ataupun kembang dengan tema besar tadi.
Bila rumah Anda lumayan luas, tiada salah bila vas berukuran cukup besar diletakkan di beberapa sudut rumah—tentu, si kembang yang mengisi berukuran besar pula.
Jelang Lebaran, di Jakarta dan kawasan sekitar, rasanya tak sukar menemukan penjaja bunga untuk keperluan tersebut. Malah, justru di satu-dua hari sebelum Lebaran, penjaja tersebut banyak bermunculan.
>Aksesori lain nan cekatan memerelok rumah masih ada. Antara lain runner (taplak meja pendek dan memanjang), taplak, berbagai bentuk wadah kue/stoples, dan lain-lain. Jangan lupa untuk menyesuaikan warna dan corak aksesori-aksesori itu dengan tema besar.
2. Mengubah tata letak perabot. Selain memunculkan suasana baru, pengubahan tersebut bertujuan memudahkan aktivitas tamu ataupun penghuni rumah. Agar pergerakan tamu—yang bisa berjumlah banyak—lancar, letak perabot memang sebaiknya diubah.
>Yang mendasar dalam hal itu adalah tata letak yang simpel, tak terlalu penuh. Misal, di ruang makan, ada baiknya kursi makan tak diatur mengelilingi meja makan seperti di hari-hari biasa.
Lantas diatur seperti apa, nih? Begini, di dekat meja makan, sejumlah kursi makan—sesuaikan jumlahnya dengan perkiraan jumlah tamu—dijajarkan memanjang, menempel tembok. Meja makan hanya menjadi tempat meletakkan makanan/minuman.
Alhasil, tamu yang datang mudah untuk berlalu-lalang mengambil makanan-minuman. Pun, mereka lebih leluasa memilih kursi.
>Saat Lebaran, bisa dikatakan bahwa ruang keluarga sering menjadi ruang makan tambahan gara-gara tamu ataupun kerabat yang bertandang cukup banyak. Alhasil, upayakan agar ruang keluarga lebih longgar.
Bila perlu, beberapa perabot untuk sementara tidak digunakan agar ruang keluarga lebih longgar. Semisal, lemari dan meja di ruang tersebut dienyahkan; beberapa kursi duduk diletakkan menyandar tembok sehingga daya tampung tamu ruang itu lebih banyak.
>Kemudian, upayakan agar lalu lintas tamu sedari depan rumah sampai dapur/ruang makan, bisa mengalir. Satu contoh, di foyer (ruang perantara antara ruang tamu dengan ruang keluarga), credenza ataupun meja konsol bisa diraibkan untuk sementara agar tamu leluasa berlalu lalang.
Pun, di ruang yang menjadi pusat aktivitas seperti ruang makan dan ruang makan, dekorasi yang disematkan sebaiknya tak terlalu penuh.
*****
Begitulah, sejumlah upaya ringan nan tak berbiaya mahal bisa cekatan memerelok rumah Anda kala Lebaran.
Mohon maaf lahir dan batin.
Dhit/Berbagai Sumber
Foto: Gettyimages/Fuse