“Kalau kelak mesti dilakukan, kenapa mesti ditunda-tunda?” Begitu ucapan Suryanto Salim, bendahara AREBI (Asosiasi Real Estate Broker Indonesia) Jakarta, tatkala ditanya perihal keharusan seorang agen properti mengikuti sertifikasi.
Kata dia, saat ini, memang setiap kantor agen properti baru diwajibkan punya dua tenaga ahli ataupun agen properti yang telah lolos sertifikasi. Tapi, mendatang, semua orang yang ingin berprofesi sebagai agen properti diharuskan mengikuti sertifikasi tersebut. “Jadi, tak ada salahnya bila agen properti ikut sertifikasi sedari sekarang,” ujar Suryanto.
Apakah kini Anda ingin mengikuti sertifikasi tersebut? Mungkin Anda lalu bertanya: apa yang mesti disiapkan agar lolos ujian dengan mulus?
Menjawab pertanyaan itu, ikutilah sejumlah tip dari Suryanto:
1. Perlu diingat bahwa untuk lolos sertifikasi, kombinasi antara pengetahuan teknis dengan praktek, sangatlah diperlukan. Alhasil, pra-sertifikasi, sebaiknya seorang agen properti punya “jam praktek” yang cukup. Minimal enam bulan sampai setahun.
Dari situ, seorang agen properti bakal memeroleh pengetahuan praktis yang bisa menjadi bekal berharga mengikuti sertifikasi.
2. Teruslah memelajari ataupun memerdalam pengetahuan teknis yang terkait dengan kiprah agen properti. Ada banyak contoh untuk itu.
Antara lain tentang pajak-pajak dalam transaksi properti, penilaian bangunan, dan lain-lain sejenis.
Materi ujian sertifikasi agen properti banyak yang terkait dengan hal tersebut.
Pun, ada baiknya sering mengikuti berbagai pelatihan internal yang digelar kantor agen properti, juga pelatihan eksternal yang diselenggarakan pihak luar.
Untuk memerdalam pengetahuan teknis tersebut, banyaklah bertanya/belajar kepada para mentor ataupun senior di kantor.
3. Sebelum ujian sertifikasi tersebut, ada baiknya agen properti mengikuti pelatihan yang digelar AREBI—lamanya satu sampai dua hari. Dengan demikian, materi ujian sertifikasi tersebut sedikit-banyak sudah dikenal.
Sebenarnya, antar-satu ujian sertifikasi dengan yang lain, tidak ada perbedaan dalam hal substansi materi. Yang berbeda adalah bentuk materi yang diujikan.
Demikianlah, selamat mengikuti ujian sertifikasi. Itu sebenarnya bukan satu proses yang perlu dikuatirkan.
Buktinya, ketua kehormatan AREBI, Tirta Setiawan, pernah mengatakan bahwa materi ujian tersebut sebenarnya sudah sering ditemui sehari-hari oleh agen properti. “Jadi, agen properti yang sehari-hari tak sekadar berjualan, pasti dengan mudah lolos ujian sertifikasi,” Tirta berkata.
Dhit
Foto: Gettyimages/Coco Flamingo