RUMAH DIJUAL DENGAN BERBAGAI TYPE SESUAI KEBUTUHAN ANDA.

Fengshui Berita Rekomendasi Wawancara Property Unik Tips Event Renovasi

Home » Artikel » Green Living » Yuk, Pakai Produk Elektronik Ramah Lingkungan

Yuk, Pakai Produk Elektronik Ramah Lingkungan
- +

26-07-2010 13:35:18
Dilihat : 5206 kali

Proyek Terkait

  • Tidak ada proyek terkait2

Artikel Terkait

 Ancaman pemanasan global terus menganga. Tak ayal, semua orang di Bumi mesti berperan serta mewaspadai ancaman itu.

 Ada banyak hal yang dilakukan para pemilik rumah seperti Anda. Antara lain menggunakan peralatan elektronik nan hemat energi.

 Ini bukan hal yang sukar karena produsen peralatan tersebut cukup responsif terhadap isu peningkatan pemanasan global. Berbagai peralatan elektronik yang tak rakus konsumsi energi digelontorkan ke pasar.

 Berikut ini beberapa jenis peralatan elektronik irit energi yang bisa Anda andalkan untuk berperan—sedikit-banyak—memangkas pemanasan global:

 

1. Televisi Hemat Energi

Hampir tidak ada rumah yang tak dilengkapi televisi. Itu termasuk rumah Anda. Maka, gunakanlah televisi nan tak rakus mengonsumsi listrik.

Secara garis besar, ada beberapa jenis televisi hemat energi. Pertama, televisi LCD. Ini merupakan televisi layar datar berbasis kristal cair. Selain irit energi, televisi ini juga lebih tipis dan ringan.

Kedua, televisi LCD berteknologi full LED. Klaim satu produsennya, televisi tersebut mampu menghemat konsumsi sampai 80% dibandingkan yang LCD berbasis backlight CCFL.

Harga televisi-televisi tersebut memang masih tergolong mahal. Sekadar gambaran, televisi LCD full LED dibanderol Rp40-an juta sampai Rp60-an juta. Bila Anda cukup duit untuk membeli sekaligus ingin berperan memangkas pemanasan global, tak ada salahnya membeli, bukan?

2. AC Hemat Energi

Di satu rumah—dan properti jenis lain, AC merupakan peralatan elektronik paling rakus konsumsi listrik. Maka, menggunakan AC irit energi adalah satu cara paling pas memangkas pemanasan global.

Para produsen AC bagai berlomba menawarkan produk hemat energi. Ada AC inverter yang menggunakan sirkuit mikro-prosesor yang diletakkan di kompresor. Alhasil, arus listrik bolak-balik diubah menjadi arus listrik searah.

Tatkala suhu ruang mencapai derajat yang dikehendaki, kompresor tetap bekerja. Menyesuaikan diri dengan suhu ruangan.

Juga, teknologi inverter mampu memacu mesin bekerja lebih optimal sehingga suhu yang diinginkan lebih cepat didapat—penghematan energi dengan demikian terjadi.

AC inverter diklaim lebih hemat listrik 60% daripada AC biasa.

Dari segi harga, AC tersebut 15%-an lebih mahal daripada AC biasa.

Oh, ya, ada baiknya Anda menggunakan AC dengan refrigerant jenis hidrokarbon, bukan jenis Freon. Maklum, selain tak mencederai lingkungan, konsumsi energi AC refrigerant hidrokarbon lebih irit 20% sampai 30%.

3. Pemanas Air Bertenaga Surya

Karena tak menggunakan listrik ataupun gas, jelas bahwa pemanas air tenaga surya ramah lingkungan. Pun, dari segi biaya operasional, pemanas air tenaga surya tentu menguntungkan Anda karena belakangan tarif listrik terus naik, begitu pula harga gas.

Kalaupun sang surya banyak diselubungi awan mendung, Anda tak perlu kuatir karena pemanas tersebut masih tetap bisa menyerap sinar surya—walau begitu, performa pemanas tersebut jelas berkurang.

Dari segi harga, pemanas air tenaga surya terbilang mahal. Misal, ada yang pasang banderol Rp16-an juta sampai Rp35 juta. Bila Anda ingin berperan mengurangi pemanasan global dan punya cukup uang, jangan ragu untuk membeli pemanas tersebut.

4. Mesin Cuci Hemat Energi

Kini, berbagai merek mesin cuci irit konsumsi listrik tersaji di pasar. Mesin cuci tersebut lihai mengirit listrik sampai 60% daripada mesin cuci biasa. Yang lazim, mesin ini menggunakan tutup depan—berbeda dengan mesin cuci konvensional yang pakai tutup atas.

5. Lampu Hemat Energi

Produk ini tentu tak asing bagi Anda; mungkin, kini rumah Anda menggunakan lampu tersebut. Lampu tersebut berharga tak mahal. Alhasil, pemilik rumah tak mewah pun bisa menggunakan produk tersebut.

Walau berdaya watt kecil, lampu tersebut mampu melahirkan terang setara dengan lampu pijar biasa. Bayangkan, ada produk yang hanya perlu listrik 8 watt namun pintar menghasilkan terang setara lampu pijar 80 watt. Pun, produk tersebut diklaim mampu bertahan sampai 6.000 jam pemakaian.

Ingatlah bahwa lampu menelan porsi 20% dari total konsumsi energi dunia. Alhasil, bila lampu di rumah Anda masih rakus konsumsi listrik, gantilah segera dengan yang irit energi.

 

Dhit/Berbagai Sumber

Foto: Gettyimages/ Olga Chernyak

 

 

 

 

 

Artikel Terkait

Komentar