Jual Rumah Dengan Berbagai Type Sesuai Kebutuhan Anda

|  LOGIN
  shadow header2
  shadow banner top
  shadow banner bottom

- + Cara Memilih Rumah Baru nan Green
20-07-2010 09:54:56
Dilihat : 3209 kali

Bukan main, cuaca di Jakarta dan kawasan sekitar belakangan ini tak menentu. Kita memerkirakan bahwa bulan-bulan ini musim panas. Tapi, nggak taunya hujan masih rajin bertandang. Boleh jadi, ini karena efek pemanasan global.

Mengatasi bahaya pemanasan global yang kian menganga lebar, sudah tentu semua insan manusia di Bumi mesti berperan. Peran tiap orang  nan berlangsung sinambung bisa  melahirkan sebuah gerakan massal penanggulangan pemanasan global.

Andai kini Anda berminat membeli rumah idaman secara tunai ataupun mengandalkan pinjaman dari bank, bisa berperan mengurangi pemanasan global. Yakni dengan memilih produk properti nan ramah lingkungan. Dalam hal ini, proses pembuatan rumah tersebut memerhatikan kaidah-kaidah keselarasan dengan lingkungan.

Berikut ini ciri-ciri rumah nan dikembangkan via proses ramah lingkungan:

1. Rumah tersebut tak dikembangkan di lahan yang semula merupakan area parkir air seperti rawa-rawa dan sawah. Juga, sebisa mungkin, proses pengembangan tersebut tanpa melalui pembukaan lahan dengan cara membabat hutan.

2. Rumah tersebut dikembangkan tanpa menimbulkan cidera berat terhadap lingkungan. Bila satu rumah dibangun di atas bukit hijau lewat suatu pemangkasan lahan, sudah tentu dalam hal ini kaidah ramah lingkungan tidak dipenuhi.

3. Sedapat mungkin, rumah yang hendak Anda beli itu menggunakan bahan bangunan setempat. Bukan dari luar negeri ataupun lokasi lain nan jauh. Dengan bahan bangunan lokal, konsumsi energi (bahan bakar minyak) terkait pengiriman bahan tersebut bisa dikurangi, bukan?

4. Lantas, sesuaikan kebutuhan Anda dengan luas rumah yang hendak dibeli. Keluarga masa kini tak punya banyak anak, juga lebih berkarakter individual. Maka, sekalipun punya cukup dana, bila Anda berencana membeli rumah dengan luas kaveling ekstra—misalnya melebihi 500 m2--ada baiknya berpikir ulang.

Dengan mengurangi luas kaveling, otomatis Anda mengurangi luas bangunan. Dan ini berefek kepada pengurangan pemakaian bahan bangunan: satu perilaku yang mengurangi konsumsi energi.

Nah, begitulah ciri rumah yang dikembangkan melalui proses ramah lingkungan.

Oh, ya, Anda pun perlu menyimak ada-tidaknya karakteristik ramah lingkungan ke rumah itu sendiri. Dalam hal ini, perhatikan: apakah rumah yang hendak Anda beli irit konsumsi energi (listrik, air, dan lain-lain)?

Apakah plafon yang dimiliki tinggi sehingga pendingin udara dan kipas angin tak perlu sering dihidupkan?

Juga, upayakan tak membeli rumah yang menghadap barat karena akan lebih sering diterpa sinar sang surya sehingga lebih panas—otomatis, pendingin udara dan kipas angin perlu sering dihidupkan.

Foto: Gettyimages/Mike Kemp

 

 

Komentar