RUMAH DIJUAL DENGAN BERBAGAI TYPE SESUAI KEBUTUHAN ANDA.

Fengshui Berita Rekomendasi Wawancara Property Unik Tips Event Renovasi

Home » Artikel » Bahan Bangunan » Di Balik Pemilihan Pintu Rumah

Di Balik Pemilihan Pintu Rumah
- +

31-03-2009 10:18:18
Dilihat : 17475 kali

Proyek Terkait

  • Tidak ada proyek terkait2

Artikel Terkait

- Dewasa ini, para arsitektur, kontraktor dan pemilik rumah sangat serius untuk merancang detil pintu, pemilihan, serta ukurannya. Selain faktor keamanan dari resiko masuknya maling, keputusan memilih pintu yang tepat ternyata dipengaruhi oleh faktor lain, yaitu keserasian tampilan interior maupun eksterior dari rumah Anda.

Ukuran pintu

- Hal pertama yang harus Anda putuskan sebelum membeli pintu adalah ukuran tinggi dan lebar dari pintu, yang disesuaikan dengan tinggi ruang dari lantai sampai plafon. Biasanya ketinggian pintu berkisar antara 210 cm – 240 cm.

- Untuk ukuran lebar pintu, umumnya akan bervariasi antara 72 cm – 90 cm, tergantung dari kegunaan pintu tersebut. Pintu dengan lebar 72 cm biasanya digunakan untuk pintu kamar mandi, dan pintu dengan lebar 82 cm – 85 cm digunakan untuk pintu dalam rumah. Sedangkan pintu utama rumah berukuran 90 cm, atau bahkan mendekati lebar 100 cm.

Lokasi pintu

- Setelah penentuan ukuran selesai dilakukan, langkah selanjutnya adalah menentukan lokasi penggunaan pintu. Pintu depan berada di urutan paling pertama dari segi posisi di rumah Anda. Saat tamu berkunjung ke rumah Anda, pintu depanlah yang pertama menyambut mereka. Pintu depan biasanya terbuat dari kayu keras berupa pintu panel (kayu kamper, meranti, karet, dll). Keunggulan dari pintu panel dengan bahan kayu keras ini adalah untuk faktor keamanan dan lebih tahan terhadap cuaca.

- Karena letaknya yang menghubungkan bagian dalam dengan bagian luar rumah termasuk pintu belakang, selain penampilannya harus cantik, pintu depan juga harus kuat dan bisa menjaga keamanan seisi rumah. Namun, pada zaman moderen ini, pintu tidak selalu terbuat dari kayu yang solid. Terkadang pintu dibuat sekreatif mungkin dengan meletakkan panel kaca di tengahnya. Bahkan untuk rumah-rumah baru, sekarang banyak yang menggunakan pintu dari bahan kaca seluruhnya.

- Sedangkan untuk pintu dalam rumah (pintu kamar, dapur, area service, dll), Anda bisa menggunakan flush door jika ingin harga pintu yang lebih ekonomis. Flush door adalah pintu dengan rangka kayu keras, yang dilapisi dengan tripleks atau MDF (Medium Density Board) yang di dalamnya diisi dengan honeycomb (karton motif sarang lebah).

- Untuk penggunaan pintu dalam rumah, sekarang di pasaran banyak dijual pintu aluminium dengan kombinasi kaca motif yang beraneka ragam yang tentu akan menambah keindahan interior rumah Anda. Bahan aluminium mempunyai keunggulan karena lebih kuat dan tahan lama.

 

Model pintu

- Dalam memilih pintu agar cocok terhadap rumah dan konsepnya, tentu harus disesuaikan dengan gaya ruangan serta jiwa dari rumah itu. Misalnya, pintu gaya klasik dengan kombinasi lubang angin tentu tak sedap dipandang mata. Atau pintu moderen bergaya utilitarian akan terlihat salah bila tidak cocok dengan keseluruhan detil interior ruangan.

- Meski memiliki kualitas bagus, pintu plang yang keras juga akan terlihat mengganggu interior rumah yang bergaya elegan. Sama halnya dengan pintu yang bergaya abad 18 pada sebuah rumah bergaya pedesaan (country). Meski dirancang dengan proporsi yang baik, pintu jenis ini malah akan terlihat angkuh dalam rumah yang bergaya sederhana tadi.

 

Warna pintu

- Pemilihan warna juga harus diperhatikan agar tampil cocok dengan pintu rumah Anda dan sebaiknya pemilihannya juga harus mendapat perhatian khusus. Oleh karena itu warna pintu rumah sebaiknya disesuaikan dengan konsep rumah Anda. Untuk rumah bergaya klasik, warna yang cocok adalah putih, hitam, hijau tua, biru tua, dan burgundi. Sementara untuk rumah bergaya moderen, warna-warna teranglah yang lebih cocok.

- Dengan banyaknya kekeliruan dalam pemilihan jenis pintu, tak heran bila banyak hal yang harus dipertimbangkan. Salah satunya yang harus mendapat perhatian lebih adalah penggunaan kenop maupun pengetuk pintu. Jangan sampai Anda salah memilih pengetuk besi untuk pintu berpanel yang dicat. Karena bagaimanapun juga pintu yang tidak cocok bukan hanya merusak keindahan suatu ruangan, namun juga keseluruhan keindahan rumah.

 

 

Merry Sondang/berbagai sumber

Foto: doc.net


Artikel Terkait

Komentar