

Dinding yang baik tentunya tak hanya mampu menyokong rumah dengan kuat namun juga memiliki tampilan yang baik sehingga dapat mendukung keindahan rumah itu sendiri. Agar tampilan dinding tetap menarik, tak jarang ditemui berbagai kendala terutama untuk ruangan yang berada di negara tropis.
Masalah yang muncul mulai dari dinding berjamur, berlumut, kopong, cat mengelupas, noda air, cat menggelembung hingga dinding retak. Yang jelas, Anda tak bisa mendiamkan masalah ini berlarut-larut. Selain mengganggu keindahan dan kesehatan rumah, Anda sekeluarga pun bisa jadi tak nyaman lagi berada di rumah. Anda pun tak perlu langsung memanggil tukang untuk memperbaiki dinding ini. Jika ada waktu luang, Anda bisa menggunakannya untuk memperbaikinya. Berikut beberapa masalah dinding yang kerap terjadi:
- Dinding Berjamur dan Berlumut
Serangan jamur yang mengakibatkan flek pada dinding ini jelas-jelas mengganggu penglihatan dan kesehatan lingkungan rumah. Salah-salah kesehatan Anda sekeluarga menjadi terganggu juga. Keadaan ini bisa semakin parah jika isolasi/penyekatan dan ventilasi dalam sebuah ruangan kurang baik. Asal muasal jamur ini dari uap air yang diserap oleh dinding. Itulah sebabnya dinding berjamur banyak dijumpai di kamar mandi, ruang mencuci, garasi, dan sebagainya. Jika ada jendela di ruangan tersebut, buka lebar-lebar dan jangan sering ditutup. Bila ada dana lebih, beli dan pasang kipas angin dinding (exhaust fan) untuk lebih memperbaiki sirkulasi udara.
Jika sudah terlanjur berjamur, bersihkan dengan menggunakan kape tidak bergagang. Lalu semprot dinding dengan air bersih. Setelah kering, campurkan 500 gram kaporit / larutan pemutih dengan 2 liter air. Usapkan ke dinding secara merata dan biarkan satu jam agar jamur dan lumut mati. Siram dengan air bersih dan keringkan. Lalu sapukan cairan anti jamur dan lumut dengan kuas. Biarkan selama 2-6 jam. Bilas lagi dengan air bersih. Biarkan kering satu hari. Lalu cat dinding dengan cat biasa. Setelah kering cat lagi dengan cat khusus anti jamur dan lumut.
- Dinding Kopong
Barangkali sudah lama Anda mengetahui kondisi dinding rumah seperti ini. Namun karena tak mengetahui bahaya yang diakibatkan olehnya, Anda jadi tak mempedulikan kondisi tersebut. Penyebab utama dinding kopong yakni campuran beton yang salah saat membangun dinding. Untuk membuat komposisi beton yang tepat yakni sediakan 1/3 semen dan 2/3 pasir. Jika Anda nekat memberikan takaran pasir lebih banyak daripada jumlah tersebut, dinding nantinya akan kopong. Cara mengetahuinya yakni dengan mengetuk dinding, jika terdengar suara kosong di tengah-tengahnya, berarti dinding tersebut kopong. Untuk menghindari dinding yang kopong, keringkan dinding baru selama dua minggu, lalu cat. Karena jika belum kering dan langsung dicat maka beton akan selalu lembab dan rembesan air hujan nantinya membuat dinding retak.
- Cat Dinding Mengelupas
Lagi-lagi air hujan menyebabkan masalah bagi dinding yakni dengan terkelupasnya cat. Untuk itu, cek jendela dan pintu, pastikan tak ada celah. Jika ada, tutup dengan campuran silikon yang tahan air. Atasi segera cat dinding yang terkelupas dengan mengeroknya dan gunakan kape yang bergagang. Lalu amplas permukaan dinding hingga sisa cat hilang. Agar benar-benar bersih, lap dengan lap kering lanjutkan dengan lap basah. Lalu gunakan roller untuk mengecat dinding dengan warna dasar. Cukup satu lapis dan keringkan 1-2 jam. Sambil menunggu cat mongering, campurkan cat eksterior dengan air sebanyak 10 persen dari jumlah cat. Aduk rata lalu gunakan roller untuk mengecatnya. Setelah mengering (kira-kira 2-3 jam), cat kembali dengan lapisan kedua.
- Noda Air Pada Dinding
Selain air hujan, rembesan air dari pipa saluran AC atau saluran air kotor dapat membuat dinding jadi terkena noda air. Memang dapat diatasi dengan lapisan sealer yang tahan air namun sealer tidak akan bertahan lama jika dinding terlalu basah. Untuk mengatasinya, Anda perlu memanggil tukang untuk mengecek dinding bagian dalam.


- Dinding Retak
Keretakan yang terjadi pada dinding sebenarnya dapat diuraikan pada beberapa jenis kerusakan. Namun yang sering terlihat di perumahan selama ini adalah kerusakan ringan yakni retak rambut dan kerusakan berat yakni retak struktur.
· Retak rambut (lebarnya tidak lebih dari 1 mm dan tidak tembus ke sisi dinding lainnya) disebabkan oleh kurang sempurnanya pengerjaan seperti saat melakukan pengerjaan acian/dinding dihaluskan, plesteran tidak disiram dulu/ belum benar-benar kering, kurang sempurnanya campuran untuk plester dan akibat pemakaian cat yang tidak memiliki elastisitas baik. Ada cara mudah untuk menghindarinya yakni siram air ke tembok, tunggu beberapa menit dan mulai mengecat. Hal ini untuk menghindari cat cepat kering dan tidak merata. Jangan lupa, cari kualitas cat yang baik dan jaga kekentalan campuran cat dengan air.
· Retak struktur (lebarnya lebih dari 2 mm dan tembus ke sisi sebelahnya) disebabkan oleh pergerakan fondasi yang kurang sempurna. Akibatnya tanah tak mampu mendukung bangunan. Oleh karena itu, kontraktor bangunan Anda perlu waktu yang cukup untuk membangun gedung dan memilih bahan fondasi yang berkualitas baik.
- Cat Dinding Menggelembung
Biasanya terjadi akibat pengecatan pada permukaan dinding yang masih basah. Anda dapat mengatasinya dengan mengerok lapisan cat lalu cat ulang. Hindari mengecat selama hujan, suhu rendah dan lembab.
(Ari Dwi Astuti/berbagai sumber) Email: aria@propertykita.com Foto: dok.net