Aroma deterjen dan pelembut pakaian apa saja yang kerap Anda gunakan selama ini?Pasti tidak jauh-jauh dari sederetan nama berikut ini ya, mulai dari Mountain Fresh, Ocean Breeze hingga Spring Rain?
Ya, sekilas, pilihan wewangian ini menjanjikan pakaian yang bersih, lembut dan tentunya harum sehingga nyaman digunakan. Namun, sadarkah Anda bahwa deterjen dan pelembut pakaian ini mampu merusakkan mesin cuci terutama pakaian Anda?
Bahan kimia yang terdapat didalam kandungan deterjen dan pelembut pakaian ini lambat laun memberikan efek yang kurang baik bagi mesin cuci. Lagipula Anda perlu mencermati bahan-bahan kimia ini sehingga tidak membahayakan tubuh. Apa saja bahan-bahan itu?
1. Surfaktan
Senyawa ini terdapat didalam deterjen dan mampu menciptakan gelembung serta busa dalam cucian. Meski sangat berguna menggelontorkan kotoran dari pakaian, surfaktan ini berdampak negatif untuk tubuh manusia. Para ilmuwan meyakini, senyawa ini dapat menurunkan jumlah sperma dan meningkatkan resiko kanker testis. Tidak hanya berbahaya bagi pria, surfaktan pun dapat menjadi musuh bagi ibu yang sedang mengandung karena memberi efek yang merugikan kepada perkembangan janin.
2. Klorin
Bahan ini dapat ditemukan pada pemutih pakaian dan deterjen. Saat kita menuangkan pemutih kedalam mesin cuci, kita menghirup aroma klorin. Padahal, tanpa disadari, klorin mampu menimbulkan iritasi pada paru-paru, mata dan selaput lendir. bahkan pada konsentrasi yang sangat rendah, dapat memicu gangguan pernapasan, serangan asma, efek neurologis dan perilaku.



3. Pengharum (Fragrances)
Aroma wangi dan segar yang dihasilkan dari deterjen dan pelembut pakaian ini tidak selamanya menguntungkan. Dibalik wewangian ini, ada sekumpulan efek buruk yang menanti, mulai dari iritasi kulit, reaksi alergi, asma, hingga kerusakan sistem syaraf terutama pada bayi. Anda bisa menggantinya dengan aroma dari minyak esensial.
Selain mencermati kandungan bahan kimia dalam mesin cuci, bijaklah menggunakan mesin cuci sehingga tidak cepat rusak. Terlebih untuk saat ini mesin cuci menjadi penolong bagi kebanyakan orang khususnya ibu rumah tangga karena meringankan beban pekerjaan. Tanpa mengeluarkan keringat, baju, celana jins, korden, selimut hingga bed cover dapat langsung dibersihkan.
Salah satu jenis home appliances ini memudahkan kita untuk tidak perlu menggilas dan memeras pakaian lalu tinggal mengeluarkan dari dalam mesin dan menjemurnya. Namun kategori mesin cuci yang termasuk dalam peralatan mekanik dan elektronik mengharuskan kita untuk menggunakan dan merawat dengan baik dan memperbaikinya apabila terjadi kerusakan. Tujuannya supaya mesin cuci ini dapat beroperasi dengan maksimal dan juga awet.
Kalau Anda baru saja membeli, tentunya tidak masalah mengatasi kerusakan ini karena biasanya ada layanan garansi yang diberikan oleh vendor mesin cuci, selama 1-2 tahun. Namun, bagaimana kalau terjadi kerusakan setelah masa garansi lewat? Saatnya kini Anda merawat dengan cara:
- Jangan pernah memasukkan tangan ke dalam mesin cuci ataupun mesin pengering pada saat mesin sedang beroperasi
- Jauhkan dari jangkauan anak-anak
- Gunakan deterjen khusus untuk mesin cuci dan patuhi petunjuk pemakaian
- Matikan dan cabut stop kontak mesin cuci sesudah digunakan
- Sesuaikan kapasitas mesin cuci dengan jumlah pakaian yang hendak dicuci supaya tidak merusak motor penggerak. Agar lebih mudah, Anda bisa memilih patokan berikut:
- Untuk 1 orang : < 5 kg
- Untuk pasangan tanpa anak : 5-5,5 kg
- Untuk pasangan dengan 2 anak : 5,5-6 kg
- Untuk pasangan dengan 3-4 anak : > 6 kg
- Perhatikan juga penempatan mesin cuci karena akan mempengaruhi ketahanan dan keawetannya. Meski operasional mesin cuci berhubungan erat dengan air, bukan berarti dapat ditempatkan dalam tempat yang lembab. Bisa-bisa, bagian mesin yang terbuat dari logam akan rentan terhadap karat (korosi).
- Letakkan mesin cuci di tempat yang berfentilasi baik dan tertutup rapat. Jadi akan terhindar dari tempat berdebu, lembab dan yang memungkinkan kontak langsung dengan sinar matahari atau hujan.
- Atur letak mesin cuci agar tidak terlalu menempel dengan dinding dan diberi jarak 10 cm untuk mengurangi resiko lembab di belakang mesin cuci.
- Mesin cuci ini harus berada dalam lantai yang rata sehingga tidak menimbulkan getaran dan suara yang bising. Suara seperti ini bisa terjadi jika mesin cuci terletak pada lantai yang miring sehingga saat dinyalakan, mesin bergesekan dengan lantai.
Ari Dwi Astuti
Email: ari_dwi_astuti@propertykita.com
Foto: doc.net