
Selama ini tampilan dinding rumah cukup dicat dengan cat dinding netral ataupun menggunakan wallpaper. Jadi tampilan dinding ini akan membuat interior semakin menarik. Padahal, masih ada cara lain untuk menonjolkan daya tarik sebuah ruangan, salah satunya dengan memasang gebyog.
Dinding kayu berukir ini lazimnya digunakan pada rumah-rumah bergaya tradisional di Jawa, Bali, dan Madura. Kemudian seiring dengan berjalannya waktu dan tren gaya hidup, gebyog merambah interior lain, mulai dari galeri hingga rumah minimalis. Ukiran-ukiran yang terdapat didalam gebyok ini ternyata mampu menjadi sebuah pembatas ruang dan dekorasi tambahan pada sebuah ruangan.

Kalau jaman dulu, yakni pada rumah Jawa, gebyog berguna untuk memisahkan pendopo dan ruang utama maka kini terjadi adaptasi penyesuaian. Maksudnya, gebyog kini dapat juga diaplikasikan di rumah modern karena mampu menampilkan suasana etnik Jawa.
Untuk penggunaanya, tidak ada aturan khusus. Artinya, disini Anda bebas mengaplikasikannya pada siang maupun malam hari. Karena kayu gebyog ini akan memberikan rasa sejuk di siang hari dan menghangatkan ruangan di malam hari. Gebyog yang ada selama ini kerap terlihat menggunakan motif ukiran Kudus yakni terbuat dari kayu jati yang tua/lama.
Masih bingung menempatkan gebyog di rumah Anda? Coba saja tips berikut ini:
Ari Dwi Astuti / berbagai sumber
Foto: doc.net