Jual Rumah Dengan Berbagai Type Sesuai Kebutuhan Anda

|  LOGIN
  shadow header2
  shadow banner top
  shadow banner bottom

- + Tipe Hasil Investasi Properti
25-08-2009 11:49:28
Dilihat : 16965 kali

Pada dasarnya ada jenis hasil investasi properti yang biasanya diinginkan oleh investor. Tipe yang manakah Anda? Si pencari nilai atau si pencari penghasilan tetap?

 

“Kami ingin mengoptimalkan uang kami agar tidak mengendap di bank. Bagaimana dengan investasi properti? Lalu sebaiknya beli rumah, apartemen atau ruko ya? Atau tanah saja?”

Kalau Anda mempertanyakan sebaiknya membeli properti apa, bisa jadi Anda akan mendapatkan banyak jawaban yang berbeda. Bagi mereka yang biasa berinvestasi di sawah, tentu akan lebih memilih sawah, karena tiap tahun ada hasil dan tidak perlu membeli beras lagi. Dan buat mereka yang punya banyak link ke ekspatriat, lebih baik membeli apartemen saja karena uangnya lebih besar. Tapi buat para ibu yang biasa di rumah, lebih baik beli tanah saja biar tidak repot mengurusnya, dan nanti tinggal dijual.

Setiap orang yang melakukan investasi tentunya menginginkan hasil yang cukup memuaskan. Entah itu berinvestasi di paper asset, bisnis atau properti. Agar tidak terlalu bingung jenis investasi properti apa yang sebaiknya Anda lakukan, Anda bisa menentukannya berdasarkan profil risiko dan hasil yang didapat.

 

Secara umum hasil investasi sendiri biasanya dibagi menjadi dua, yaitu hasil tetap dan bertumbuh. Lalu, hasil yang manakah yang baik untuk Anda? Sebelumnya mari kita lihat pengertian hasil tetap dan bertumbuh.

- Yang dimaksud dengan hasil tetap adalah ketika investasi Anda memberikan return yang cukup stabil dengan jangka waktu tertentu dan terus menerus. Contohnya adalah tabungan, deposito, saham dengan pemberian dividennya, atau obligasi dengan kuponnya. Dalam properti hasil investasi tetap biasanya didapatkan dengan cara menyewakan atau mengontrakkan. Karena saat itu properti akan memberikan hasil yang rutin. Investasi dengan tipe hasil tetap ini biasanya akan lebih banyak memberikan keamanan dan keteraturan.

- Lalu yang dimaksud dengan hasil bertumbuh adalah investasi yang memberikan penambahan pada nilainya. Contohnya adalah nilai pasar saham, obligasi dan reksadana yang bisa naik/turun. Properti juga memiliki hasil seperti ini seiring dengan perubahan nilainya. Pada dasarnya sebagian besar investasi dengan hasil bertumbuh memiliki risiko yang lebih besar. Karena selain memungkinkan untuk tumbuh dengan cepat, nilainya juga bisa turun dengan cepat.

 

Dari penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa ketika berinvestasi pada properti maka sebenarnya investasi tersebut bisa diarahkan pada dua hasil sekaligus, baik hasil tetap maupun hasil bertumbuh. Investor properti yang mencari hasil tetap biasanya akan mendapatkan hasil bertumbuh secara tidak langsung. Investor jenis ini juga biasanya lebih memperhitungkan biaya-biaya pemeliharaan properti. Ini berbeda dengan investor properti yang mencari hasil bertumbuh. Investor ini belum tentu bisa mendapatkan hasil tetap, karena sejak awal memang sudah berniat untuk menjual kembali atau menyimpan asetnya selama beberapa waktu.

Kalau dari penjelasan di atas, pandangan mengenai jenis hasil investasi ini mungkin terlihat sepele. Tapi pandangan ini merupakan salah satu dasar untuk mengatur portfolio keuangan Anda. Setelah mengetahui jenis hasil investasinya, Anda bisa menyesuaikan dengan profil risiko dan membentuk portfolio aset. Misalnya, ketika kondisi pribadi lebih membutuhkan keamanan seperti pensiunan, maka akan lebih disarankan untuk memilih investasi dengan hasil tetap, karena Anda akan bermain di zona yang cukup stabil. Sedangkan investasi properti dengan fokus hasil bertumbuh akan lebih cocok diterapkan untuk pribadi yang masih muda atau pribadi dengan tingkat keamanan keuangan yang sudah cukup baik.

Nah, sekarang setelah membaca penjelasan diatas, tipe investor properti dengan hasil seperti apakah yang cocok untuk Anda?

 

 

Profil Penulis

Safir Senduk adalah seorang Perencana Keuangan yang mendirikan Safir Senduk & Rekan pada awal tahun 1998. Sejak September 1999, ia menulis sejumlah buku yang tergabung dalam Seri Perencanaan Keuangan Keluarga, yang merupakan seri buku pertama di Indonesia dalam bidang perencanaan keuangan. Dan pada tahun 2000, Safir juga menjadi pembicara publik di berbagai seminar, pelatihan dan serta radio. Situs www.perencanakeuangan.com yang dibangunnya, saat ini menjadi situs terlengkap di Indonesia mengenai perencanaan keuangan. (Sumber: www.perencanakeuangan.com)

Anda yang ingin berkonsultasi langsung dengan Safir Senduk, bisa mengirimkan pertanyaan seputar masalah finansial di bidang properti ke: editor@propertykita.com. Jangan lupa cantumkan nama dan kota tempat tinggal Anda dengan email subject “Konsultasi Finansial”.

Komentar