Memiliki ruangan lebih di sebuah rumah adalah keinginan setiap orang. Tapi jika luas bangunan dan tanah Anda terbatas, alternatif terbaik adalah dengan meninggikan atau membuat lantai atas rumah. Dan kalau Anda berkeinginan mendirikan rumah sendiri di lahan yang cukup luas, Anda bisa memikirkan alternatif lain dari pembangunannya, yaitu dengan membuat basement atau ruang bawah. Apalagi jika tanah yang Anda punya memiliki tekstur berkontur, ini akan memudahkan proses pembuatannya.
Memang di Indonesia tidak lazim dengan konsep pembangunan basement, tapi tidak ada salahnya mencoba dan memberikan warna yang berbeda dari konsep rumah yang Anda ingin bangun. Ada baiknya juga berkonsultasi dengan pakar desain arsitektur rumah untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Persiapan awal
Ketika Anda memutuskan untuk menyelesaikan sebuah ruang bawah tanah, ada banyak faktor untuk dipertimbangkan. Dan sebelum memulai konstruksi, sebaiknya Anda memindahkan semua barang di bawah tanah ke lokasi lain seperti garasi atau fasilitas penyimpanan sementara. Hal ini memungkinkan konstruksi diselesaikan tanpa kerusakan pada barang-barang berharga atau gangguan pada tim konstruksi.
Sedangkan pembagian ruangannya sendiri, agar kegiatan naik turun tangga bisa lebih efektif dan efisien, maka organisasi antar ruang harus dirancang dengan baik. Tentunya aktivitas di dalam rumah harus didetil lebih dulu menurut aktivitasnya masing-masing: publik, semipublik, privasi, atau semi privasi.
Sebab, nantinya ada tiga lantai yang akan memisahkan setiap jenis aktivitas di dalam rumah. Yaitu lantai dasar (lantai paling bawah), sebaiknya untuk aktivitas pekerjaan rumah tangga, seperti mencuci, menyetrika pakaian, gudang, dan kamar mandi bagi tamu.
Lantai dua, yang berarti ruangan sejajar dengan permukaan jalan di depan rumah, digunakan untuk aktivitas keluarga, publik dan semi publik. Juga sebagai ruang tamu, dapur, ruang makan, dan kamar tidur tamu.
Sedangkan lantai tiga, yang terlihat seperti lantai dua, bisa dipakai untuk aktivitas yang bersifat lebih pribadi yang sedapat mungkin hanya penghuni rumah saja yang memasuki area ini, contohnya beristirahat, tidur dan bersantai dengan anggota keluarga saja. Dengan pembagian ruang tersebut, maka baik penghuni rumah maupun tamu atau pembantu rumah tangga akan memiliki daerah lalu lintas yang tidak saling mengganggu.
Variasi basement
Jika Anda berencana untuk menambah beberapa kamar di ruang bawah tanah, coba minimalkan tampilan yang ada agar memiliki jumlah ruang dan fungsi yang bervariasi. Hal ini dapat menambahkan suasana menarik untuk tiap ruangan yang ada agar tidak membosankan.
Kadang-kadang basement memiliki beberapa hal yang perlu dipertimbangkan selama proses desain dan pembuatannya. Seperti kolom baja atau I-beams, HVAC batang, pipa saluran air bawah tanah, meter air, pompa banjir, jendela sumur, furnaces, water heaters, ketinggian plafon, dan kondisi lantai yang ada. Ada pun panduan dalam melakukan pembuatan atau merenovasi basement di rumah yang bisa Anda perhatikan:
1. Perhatikan Plafon
Anda harus memperhatikan kekuatan dan ketinggian plafon yang tersedia di basement, dan saluran pipa. Karena semua fitur tersebut berpengaruh pada desain dasar dan perencanaan jangka panjang. Karena bagaimana pun, atap basement menjadi pondasi dari lantai atas berikutnya, kecuali posisinya tidak berada di bawah satu bangunan.
2. Pencahayaan
Disini Anda harus memikirkan apakah ingin ada sinar matahari masuk atau tidak dalam basement. Jika ingin, setidaknya satu dinding di atas tanah dan di bawah tanah memiliki jendela yang membiarkan sinar matahari masuk. Kalau sebaliknya, berikan pencahayaan dari sinar lampu-lampu listrik yang dibuat seefesien mungkin.
3. Pemilihan Lantai
Memakai lantai beton pada dasar basement Anda merupakan pilihan yang tepat, terutama untuk menghindari kelembaban yang bisa terjadi. Tapi jika ingin merasakan suasana berbeda, lantai bisa juga dilapisi dengan ubin keramik, karpet, atau kayu yang bisa memberikan kenyamanan.
4. Awasi Kelembapan Ruangan
Anda harus memastikan basement kering, tidak basah atau lembab. Jika tidak, nantinya bisa merusak bahan yang digunakan untuk menyelesaikan proyek Anda. Karena posisinya di bawah, maka harus diperhatikan suhu ruangan dan kemungkinan dari rembesan air hujan dan pembuangan akhir. Lakukan pencegahan dengan mengatur berbagai saluran air, pipa-pipa ledeng dan segala hal yang berpengaruh.
5. Membuat Tangga
Sama seperti perencanaan proyek pembangunan rumah yang bisa berlangsung lama, Anda hanya perlu bekerja cerdas dan bukan bekerja keras. Tapi pembuatan tangga ini dilakukan jika semua ruangan telah selesai. Buatlah desain dengan interior yang ada lebih dulu. Dan sebaiknya jika bagian bawah tangga dimanfaatkan sebagai ruang multifungsi.
6. Pewarnaan yang Cerah
Karena posisinya ada di bawah tanah, buatlah ruangan yang ada dengan warna-warna yang cerah. Tujuannya agar tidak terkesan menakutkan dan lebih hidup, serta menarik untuk bisa dinikmati oleh seluruh anggota keluarga. Bila basement Anda telah selesai secara sempurna, sebaiknya lakukan perawatan berkala dan mendetail. Karena merupakan bagian penting juga dari rumah Anda secara keseluruhan.
(Dian Triasari/berbagai sumber)
Foto : doc.net