PropertyKita.com: Dikenal sebagai salah satu kawasan langganan banjr di Jakarta, tidak membuat Kelapa Gading sepi dari lirikan para investor maunpun end user properti. Berbagai aktifitas bisnis terus berdenyut di kawasan yang termasuk ke dalam wilayah Jakarta utara ini.
Seiring dengan itu, fasilitas penunjangpun baik fasilitas soasial maupun fasilitas umum yang kian hari terus bertambah, sehingga kawasan yang sebagian besar dikembangkan oleh PT. Summarecon Agung Tbk ini kian cantik dan bergairah.
Dengan segala fasilitasnya Kelapa Gading menjadi sebuah kawasan yang berkonsep kota di dalam kota (city within a city). Konsep ini dilatarbelakangi oleh tuntutan masyarakat akan kenyamanan yang semakin besar. Ya, kenyamanan dengan segala fasilitas yang ada dan memudahkan beraktifitas. Mulai dari bekerja, belanja, lifestyle hingga sekolah.
Dahulu kawasan ini tak dilirik orang untuk tinggal, untuk datang pun orang tak mau. Keadaan Kelapa Gading saat itu masih berbentuk rawa-rawa berukuran raksasa dan juga persawahan. Nah, tepatnya di tahun 1975 PT Summarecon Agung Tbk masuk ke kawasan ini mengembangkan perumahan dengan nama Kelapa Gading Permai dengan lahan seluas 1500 hektar. Dan selepas Summarecon mengembangkan Kelapa Gading, developer lain seperti PT. Nusa Kirana, PT. Agung Podomoro Land Tbk, Agung Sedayu Grup juga memasuki kawasan ini.
Jantung kawasan Summarecon Kelapa Gading adalah kawasan Boulevard Raya, sebagai jalan utama kawasan ini tak hanya dilengkapi area bisnis berupa ruko. Tetapi juga ruang-ruang komersil dengan berbagai segmen dan peruntukannya. Seperti Mal Kelapa Gading, Gading, Kelapa Gading Food City dan La Piaza. Konon properti jenis ruko maupun rukan yang memanjang di sisi jalan-jalan utama Kelapa Gading merupakan yang terpanjang di Jakarta. Bisa jadi, juga terpanjang di Indonesia.
Properti ruko ataupun rukan di Kelapa Gading merupakan jenis properti yang banyak peminatnya. Walaupun stok terbatas karena rata-rata semua unit yang ada telah terisi permintaan tetap ada. Dengan ukuran standar 5x12 meter unit ruko terendah di Kelapa Gading harganya berkisar Rp3 miliar per unitnya. Angka ini diyakini terus melonjak naik seiring keterbatasan stok dan juga permintaan. Selain itu kawasan Kelapa Gading yang terus berkembang memberikan daya tarik tersendiri. Sementara untuk harga rumah dengan ukuran tanah 105 meter dengan bangunan seluas 150 meter harganya sudah mencapai Rp1,3 miliar. Tingginya harga properti di Kelapa Gading tak lepas dari berkembangnya kawasan yang kian berkilau ini.
Saat ini PT. Summarecon Agung Tbk memasarkan apartemen Sherwood Residence seluas 2,8 hektar yang berlokasi di kawasan Kelapa Nias. Dari luas lahan ini yang dikembangkan sebagai apartemen hanya 1,6 hektar, selebihnya adalah tropical forest. Terdiri dari 3 tower apartemen ini tingginya mencapai 23 lantai dikembangkan dengan konsep resort.
Sebelumnya PT. Summarecon Agung Tbk sukses memasarkan apartemen The Summit yang menyatu dengan Mal Kelapa Gading. Sebelumnya pasokan apartemen juga dilakukan oleh Agung Sedayu dengan proyek superblok Kelapa Gading Square dan juga PT. Agung Podomoro Land dengan proyek Gading Nias Residence.

Sementara proyek lainnya yang sedang dipasarkan di Kelapa Gading adalah Grand Orchad. Proyek masterpiece PT. Summarecong Agung Tbk ini memadukan gaya arsitektur modern dengan konsep green living. Dengan luas 40 hektar, konsep produk ini berbeda dengan proyek sebelumnya. Kawasan baru ini sangat ramah lingkungan karena keberadaannya tidak membebani lingkungan sekitarnya. Melalui Sistem drainase dengan folder system memungkinkan kawasan ini mengelola sistem tata airnya secara mandiri, termasuk penyerapannya, tanpa tergantung pada lingkungan sekitar atau dikenal dengan zerro sum concept.
Konsep penataan lingkungan ini tak hanya dilakukan pada proyek Grand Orchad tetapi juga dilakuakan secara keseluruhan di kawasan Kelapa Gading. Komitmen PT. Summarecon Agung Tbk ini dikembangkan dengan adanya waduk dan juga folder. Ini semua dilakukan tak hanya untuk kepentingan kawasan Kelapa Gading tetapi juga sekitarnya. Sehingga nilai properti dikawasan ini terus terjaga dan meningkat. mhsyah