Jual Rumah Dengan Berbagai Type Sesuai Kebutuhan Anda

|  LOGIN
  shadow header2
  shadow banner top
  shadow banner bottom

- + Jangan Lupa, Pilahlah Sampah di Rumah Anda
30-11-2010 01:23:50

Mungkin sebagian Anda heran membaca di atas dan berpikir: sampah ya sampah yang tinggal dibuang, apa sih perlunya dipilah? Begini, dengan memilah sampah nan dibuang, kita sebenarnya telah bersikap ramah lingkungan.

 

Dalam hal itu, dengan memilah sampah menjadi kelompok organik dan non-organik, kita telah berperang mengurangi gunungan sampah dari permukaan Bumi tercinta.

 

Kini, marilah menelaah sejumlah poin perihal itu:

 

1. Satu keluarga, tanpa kita sadari, merupakan pabrik gunungan sampah nan produktif.

                                                               

Tiap hari, sampah yang dihasilkan satu keluarga beranggota lima orang, mencapai 2 kg per hari. Dari banyak keluarga di Jakarta, bayangkanlah jumlah sampah nan dihasilkan.

 

Andaikanlah bahwa kini jumlah penduduk Jakarta 7 juta jiwa, yang setara dengan 1,4 juta keluarga. Maka, per hari, jumlah sampah di Jakarta sebanyak 2,8 juta kg alias 2.800 ton. Bayangkan pembengkakan angka tersebut dalam sebulan.

 

Maka, jelas bahwa setiap keluarga bisa berperan memangkas tumpukan sampah tersebut.

 

2. Sampah organik berasal dari benda yang bisa diurai oleh mikroorganisme. Semisal sisa makanan, sayuran, dan dedaunan.

 

Adapun sampah non-organik tiada bisa diurai mikroorganisme. Semisal plastik, logam, dan kertas.

 

3. Data dari Dinas Kebersihan DKI Jakarta pernah menyebut bahwa jumlah sampah per hari mencapai kira-kira 27.966 m3 per hari—65% terdiri dari sampah organik.

                                                               

Nah, oleh sebab mayoritas sampah rumah tangga merupakan sampah organik, maka tiada salah bila kita turut memangkas jumlah sampah tersebut.

 

Itu dengan terlebih dulu memilah sampah menjadi dua kelompok—otomatis perlu dua tempat sampah: organik dan nonorganik.

 

4. Lha, lantas sampah organik yang terkumpul hendak dikemanain? Ada hal nan bisa dilakukan terkait itu.

 

Yakni  dengan mengolah sendiri sampah tersebut menjadi pupuk kompos, juga menjadi pakan ternak.

 

Hal itu bisa dilakukan sendiri ataupun dalam suatu komunitas (RT/rukun tetangga, RW/rukun warga, dan lain-lain).

 

5. Sementara, perihal sampah non-organik, ia pun bisa didaur ulang. Logam, kertas, dan plastik, bisa didaur ulang. Di sini, laskar pemulunglah nan sering berperan penting mengantar sampah non-organik ke tempat daur ulang.

 

Nah, bila sampah tersebut telah dipilah—tidak bercampur baur dengan sampah organik—jelas bahwa peran sang pemulung kian lancar, bukan?

 

Demikianlah; selamat memilah sampah rumah Anda.

 

Dhit/dari Berbagai Sumber

Foto: Dhit

 

 

 

Komentar
Warning: include(articles_c.html): failed to open stream: No such file or directory in /home/var/www/propertykita.com/web/articles-detail.html on line 217 Warning: include(): Failed opening 'articles_c.html' for inclusion (include_path='.:/usr/share/pear:/usr/share/php') in /home/var/www/propertykita.com/web/articles-detail.html on line 217