Jual Rumah Dengan Berbagai Type Sesuai Kebutuhan Anda

|  LOGIN
  shadow header2
  shadow banner top
  shadow banner bottom

- + Lokal dan Asing Sama Mudahnya
26-06-2012 12:04:20

Propertykita: Animo warga negara asing (WNA) untuk memiliki ataupun berinvestasi properti di Indonesia memang cukup tinggi. Terbukti, tidak sedikit warga asing yang memiliki properti di daerah seperti Batam, Bali, Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan.

Hanya saja, para WNA melakukan investasi tersebut terjadi secara diam-diam melalui warga negara Indonesia dengan cara nominee lewat perjanjian di bawah tangan dengan orang Indonesia. Artinya, secara legal properti itu tercatat sebagai milik warga Indonesia, tapi di bawah tangan mereka membuat perjanjian bahwa pemilik sebenarnya adalah orang asing.

Karenanya, tak salah bila kita mau belajar dari negeri tetangga Malaysia agar bisa menemui jalan keluar dari kondisi yang memprihatinkan ini, seperti studi banding yang dilakukan Realestat Indonesia (REI) beberapa waktu lalu ke Malaysia. Selain soal kepastian hukum, keseriusan dan komitmen pemerintah negeri jiran ini dalam menggerakan pembangunan juga sangat tinggi.

Menurut Hizzan Hamid, VP Malaysia Properti Incorporated (MPI), Pemerintah Malaysia tidak menutup peluang bagi warga asing untuk memiliki properti di negeri tersebut. Justru pihak asing bebas membeli properti, baik itu jenis kondominium, landed house,maupun tanah industri. “Pemerintah juga membebaskan pajak atas capital gain properti di tahun ke-5. Sebelum periode itu, pemilik properti termasuk asing dikenakan pajak 5% per tahun,” ujarnya kepada wartawan di Kualalumpur, Kamis, (21/06).

Menurut Hizzan, ke depan Malaysia akan menjadi incaran utama para end user maupun investor properti dari luar khususnya dari negara negara di Asia, seperti Cina, Singapura, dan Indonesia. “Pemerintah memang membatasi harga minimal yang bisa dibeli orang asing yakni RM 500 ribu dan jumlah unit antara 20%-50% pada setiap proyek, untuk menjaga agar jangan sampai terjadi  kecemburuan warga lokal,” kata Hizzan.

Hizzan menambahkan, sejak keran investasi properti Malaysia dibuka beberapa tahun lalu, pada periode 2011, kepemilikan asing di Malaysia mencapai 2% dari 200.000 unit properti yang terjual sepanjang tahun. 

Negeri serumpun ini memang dikenal dinamis dalam bisnis properti. Aksesibilitas Malaysia sendiri didukung 1.820 km jalan tol yang menghubungkan semua negara di Semenanjung Malaysia dan Malaysia Timur, 1.667 km rel kereta api dengan 62 stations koneksi Intercity, serta 8 bandara internasional.

Bahkan kabarnya, kesempatan masyarakat lokal di sana untuk memiliki hunian juga dipermudah dengan DP atau uang muka sebesar 10 persen, sementara warga asing sekitar 30 persen dengan masa kredit mencapai 20-25 tahun. zalhanif@propertykita.com

Komentar
Warning: include(articles_c.html): failed to open stream: No such file or directory in /home/var/www/propertykita.com/web/articles-detail.html on line 217 Warning: include(): Failed opening 'articles_c.html' for inclusion (include_path='.:/usr/share/pear:/usr/share/php') in /home/var/www/propertykita.com/web/articles-detail.html on line 217