Jual Rumah Dengan Berbagai Type Sesuai Kebutuhan Anda

|  LOGIN
  shadow header2
  shadow banner top
  shadow banner bottom

- + Manfaat Membangun Rumah Tumbuh
18-10-2010 09:47:03
Dilihat : 2201 kali

Rumah Tumbuh. Sebagian kita mungkin pernah mendengar istilah itu. Namun, pengertian nan  tepat masih samar-samar, belum gamblang.

Nah, sebenarnya, konsep rumah tumbuh mengandung banyak manfaat bagi banyak orang. Terutama yang belum ataupun tidak punya banyak dana cukup untuk membangun rumah.

 

Berikut ini sejumlah penjelasan perihal rumah tumbuh dan ia punya manfaat.

1. Pertama kali, tentu kita perlu memerjelas pengertian rumah tumbuh. Begini, rumah tumbuh merupakan hunian yang dibangun secara bertahap. Biasanya, tahapan tersebut disesuaikan dengan kemampuan dana sang pemilik nan terbatas.

Nah, karena dibangun bertahap, rumah tumbuh memerlukan konsep perencanaan nan khas, tidak sama dengan rumah nan sekali bangun langsung jadi. Desain rumah tersebut harus dalam dalam satu bentuk blue print untuk pengembangan bertahap dalam jangka panjang.

Dalam hal itu, mesti diupayakan agar saat penambahan bangunan dilakukan, bagian lama rumah bisa tetap nyambung dengan yang baru. Bongkar pasang pondasi dan struktur tidak perlu dilakukan.

Sudah tentu, untuk itu, tangan dingin seorang arsitek terampil sangat diperlukan.

Pun, si empunya rumah perlu cermat menyimpan blue print alias cetak biru tersebut agar dapat digunakan saat penambahan bangunan dilakukan.

2. Satu manfaat rumah tumbuh adalah efisiensi biaya—seperti telah kita singgung sekilas di poin pertama. Di sini, pemilik lahan tidak perlu menunggu punya cukup dana untuk membangun di keseluruhan lahan. Yup, tepat: pembangunan tersebut bisa dilakukan secara bertahap dan terencana apik.

Dengan blue print tersebut, efisiensi lain terjadi. Begini, bayangkan bila Anda membangun tanpa menggunakan konsep rumah tumbuh sementara ternyata, di kemudian hari, Anda ingin menambah bangunan. Di situ, karena lahan kosong tersisa sudah minim, Anda ingin menambah lantai.

Tak dinyana, keseluruhan rumah mesti dibongkar gara-gara pondasi tidak memadai untuk bangunan dua lantai. Sudah tentu ini berarti pemborosan karena mungkin saja sesungguhnya bangunan lama itu masih kokoh.

Nah, dengan konsep rumah tumbuh yang sedari awal mencanangkan penambahan lantai di masa depan, hal itu tidak bakal terjadi, lah. Maklum, di awal, pondasi dan struktur rumah sudah disiapkan untuk mampu menampung beban dua lantai.

3. Secara garis besar, boleh dikatakan bahwa ada beberapa bentuk rumah tumbuh. Yakni pertumbuhan vertikal dan horisontal.

Dari istilah tersebut, mudah diterka bahwa vertikal adalah pertumbuhan ke atas dengan cara menambah lantai. Adapun pertumbuhan horisontal adalah dengan menambah bangunan secara mendatar—bisa dilakukan tatkala lahan nan tersisa masih ada.

Bisa dikatakan bahwa rumah tumbuh vertikal perlu dirancang lebih teliti di tahap awal; pondasi dan struktur rumah perlu didesain lebih kuat.

4. Apakah rumah tumbuh bisa dimiliki dengan membeli kaveling semata? Tidakkah mungkin membangun rumah tumbuh yang sudah jadi untuk nantinya dikembangkan lagi?

Jawaban pertanyaan itu sebagai berikut: dua hal itu bisa Anda tempuh. Anda bisa membeli kaveling kosong untuk lantas diisi rumah tumbuh.

Pun, Anda bisa membeli rumah tumbuh keluaran pengembang. Hanya, sejauh ini, bisa dikatakan bahwa rumah tumbuh memang belum banyak dipasarkan oleh pengembang.

Selamat membuat rumah tumbuh bersama arsitek pilihan Anda.

 

Dhit/Diolah dari Berbagai Sumber

Foto: Gettyimages/Imagezoo

 

 

Komentar