Bila kaveling rumah Anda tidak terlalu luas sementara mobil kesayangan perlu tempat menginap, hampir pasti bahwa sebuah car port hadir di pekarangan depan. Maklum, car port tak menelan lahan banyak seperti halnya garasi tertutup. Alhasil, di rumah nan tak berkaveling luas sekaligus perlu tempat meletakkan mobil, car port lebih banyak dipilih.
Nah, car port, si garasi terbuka itu, perlu dirias sehingga tak mengganggu keindahan bagian depan rumah Anda.
Apa saja upaya yang bisa kita lakukan terkait itu? Nggak susah-susah amat, kok. Mari kita simak bersama.
1. Dalam buku 21 Desain Atap Car Port, Nia Noorrahmah menjelaskan bahwa tampilan desain atap carport perlu disesuaikan dengan konsep/gaya desain rumah. Itu agar penampilan rumah tetap apik.
Bentuk nyata hal itu, di rumah bergaya modern minimalis, gunakanlah car port dengan atap berpola grid ataupun melintang berjajar. Dalam hal ini, nilai artistik lahir lewat bentuk atap nan sederhana tersebut.
2. Anda pun bisa “memainkan” material bangunan untuk memercantik area car port. Semisal, bila rumah Anda bergaya modern minimalis, gunakanlah material dari bahan sintetis di car port. Alhasil, kesan modern sekaligus futuristik lahir.
Contoh lain, untuk rumah bergaya tradisional, gunakanlah bahan material konvensional.
Ah, ya, ada lagi contoh lain nan memikat. Begini, menggunakan rangka baja ringan—yang lazim digunakan digunakan sebagai kuda-kuda di atap, sang pemilik rumah bisa menampilkan berbagai bentuk. Antara lain bentuk pergola.
Pun, rangka baja tersebut mudah dikreasikan-dikombinasikan dengan berbagai jenis penutup atap.
Keuntungan lain: bahan baja ringan lebih tahan lama gara-gara tahan karat dan tak bakal lapuk dimangsa gerombolan rayap.
Sekadar tambahan, baja ringan lebih pas digunakan di car port nan menempel di rumah bergaya modern minimalis.
Selanjutnya, material bangunan penutup lantai bisa berperan besar merias car port. Ada banyak contoh untuk itu.
Antara lain, bila Anda ingin bersikap ramah lingkungan sekaligus memerindah lantai car port, gunakan saja material yang satu ini: grass block. Ini merupakan material yang setali tiga uang dengan paving block.
Hanya saja, grass block punya struktur yang memungkinkan rumput hias tumbuh di sela-sela material tersebut. Alhasil, kesan alamiah di lantai car port bisa lahir.
Di samping itu, air hujan tetap mudah meresap ke tanah via grass block—hal yang tak mungkin terjadi bila Anda menutup lantai car port dengan semen.
Oh ya, masih terkait upaya merias lantai car port, Anda pun bisa memilih material lain seperti batu alam ataupun keramik bertekstur kasar—sudah tentu, cara ini tidak bersahabat dengan lingkungan.
3. Berbagai tanaman bisa hadir merias penampilan car port. Semisal, gantungkanlah pot kecil berisi tanaman di tiang-tiang car port. Pun, di sekeliling car port, lesakkanlah tanaman hias seperti palem, bambu, bonsai, dan lain-lain.
4. Lantas, permainan aksen warna bisa digunakan demi memercantik car port. Sekadar contoh, warna ungu bisa hadir sebagai pemberi aksen, bisa dibubuhkan di dinding ataupun tiang car port--menyela warna dominan yang ada di sana. Alhasil, kesan berbeda lahir dari situ.
Demikianlah; selamat merias car port di rumah Anda.
Dhit
Sumber: Bangun-rumah.com; Ideaonline.co.id; Duniarumah.com; Tabloidnova.com; Probohindarto.wordpress.com
Foto: Gettyimages/Lola & Bek