Jual Rumah Dengan Berbagai Type Sesuai Kebutuhan Anda

|  LOGIN
  shadow header2
  shadow banner top
  shadow banner bottom

- + Ada Kota Dunia yang Sahabat Lingkungan, Nih
01-10-2010 09:05:55
Dilihat : 2499 kali

Semua insan manusia di dunia kini sepertinya tengah terjangkit demam properti ramah lingkungan. Itu tidak mengherankan karena kesinambungan Bumi dan penghuninya ditentukan oleh tinggi tidaknya gaung perilaku ramah lingkungan.

Di tingkat pemerintah kota, perilaku ramah lingkungan pun menggema kian kencang. Berbagai konsep kota ramah lingkungan pun dikenalkan. Ada yang baru semata-mata konsep, ada pula nan sudah berwujud nyata secara keseluruhan ataupun sebagian.

 

Wah, apa saja tuh kota-kota tersebut? Kita simak bersama sekarang.

1. Kota Masdar, Uni Emirat Arab

Masdar merupakan kawasan yang dicanangkan Pemerintah Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, untuk menjadi kota pertama berkarbon nol. Sudah begitu, kawasan tersebut dirancang untuk tidak ada sampah.

Kota tersebut dirancang bergedung rendah, pula tanpa kuda besi beroda empat alias si mobil.

Rel magnet akan digelar di kota itu, rel nan memungkinkan penghuni bepergian dengan gerbong tanpa perlu pengemudi.

Sebagian besar konsumsi energi (listrik) gedung-gedung tersebut berasal dari sinar sang surya; untuk penyejukan ruangan, gedung itu akan dilengkapi banyak menara angin.

2. Kota Terapung Lilypad

Kota ini bukan dirancang oleh pemerintah satu kota. Namun ditawarkan oleh Vincent Callebaut, seorang arsitek asal Belgia.

Callebaut menawarkan konsep kota terapung mengacu ke prediksi bahwa permukaan air laut bakal terus naik. Model kota tersebut meniru bentuk daun lili.

Merupakan kota ampibi dengan struktur mengapung, Lilypad mengombinasikan daerah air dengan daratan. Ini kota nan dirancang menampung 50.000 jiwa.

Tumbuhan dan hewan bisa hidup di kota tersebut. Kota itu punya danau untuk menampung ataupun mengolah air hujan.

Dirancang tanpa emisi karbon, Lilypad dirancang untuk tiada rakus konsumsi energi. Di kota itu, ada kombinasi energi konvensional dengan energi alternatif.

3. Kota Tulsa, Amerika Serikat

Ini bukan nama satu konsep ramah lingkungan. Tapi, Tulsa merupakan kota di Negeri Paman Sam nan berencana menyediakan ruang lebih banyak dan nyaman untuk pejalan kaki.

Pun, pemerintah kota tersebut berniat menyuguhkan transportasi alternatif bagi warga melalui kereta rel ringan.

4. Kota Freiburg, Jerman

Nah, konsep ramah lingkungan di Freiburg bukan lagi di tataran wacana. Tapi sudah diwujudkan.

Banyak contoh wujud tersebut. Antara lain, keseluruhan gedung di pusat kota tersebut tidak lagi mengonsumsi listrik, namun berbekal energi dari sinar sang surya.

Contoh lain, sistem penghangat ruangan di bangunan  komersial menggunakan energi alternatif. Adapun bahan bakar konvensional hanya digunakan di sistem penghangat ruangan untuk rumah tangga.

5. Kota Jakarta

“Hah, masa’ sih begitu?” Barangkali, mayoritas warga Jakarta tercengang mendengar kabar bahwa Jakarta direncanakan menjadi kota ramah lingkungan. Itu sikap nan tiada janggal karena saat ini Jakarta memang semerawut, kota nan kental oleh pemborosan energi.  Namun yang jelas, Jakarta sudah diprogram untuk kelak menjadi kota jasa nan ramah lingkungan.

Dalam hal itu, seluruh moda transportasi umum akan menggunakan bahan bakar gas, bukan bahan bakar minyak. Pemerintah Jakarta juga merencanakan menambah ruang terbuka dan taman interaktif di daerah padat penduduk.

Program perbaikan kualitas udara juga bakal digelar di Jakarta.

 

Selanjutnya, ada sejumlah kota dunia yang dapat disebut ramah lingkungan karena punya sarana nan apik untuk pengguna sepeda, si kereta angin bertenaga genjotan manusia.

Dr. Pop Ri Faidah, seorang pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran, Bandung, pernah menulis di satu koran terkemuka bahwa ada sejumlah kota yang pantas dijuluki kota ramah sepeda.

 Pun, dengan demikian kota-kota itu terbilang bebas polusi dan ramah lingkungan.

Kota-kota tersebut adalah: Amsterdam (Belanda); Portland, Davis, San Fransisco, Boulder (Amerika Serikat); Sandnesdan, Trondheim (Norwegia); Berlin (Jerman); Barcelona (Spanyol); Basel (Swis).

Di Amsterdam, 40% pergerakan kendaraan didominasi sepeda. Rute jalan sepeda di sana pun aman, cepat, dan nyaman. Pemerintah kota tersebut berencana membangun lahan parkir penampung 10.000-an sepeda di stasiun kereta api.

 

Dhit/Diolah dari Berbagai Sumber

Foto: Gettyimages/Thibaud Defecques

 

Komentar