Sebenarnya sangat mudah untuk menghemat air di rumah. Kuncinya, Anda harus tetap fokus terhadap apa yang sedang Anda kerjakan. Pastikan di rumah Anda tak terjadi kebocoran air disana-sini. Bagaimana cara mengetahuinya? Saat semua anggota keluarga sedang pergi, Anda dapat melakukan uji bebas kebocoran ini dengan menandai meteran air selama dua jam. Jika selama periode waktu tersebut terdapat perubahan besar, berarti ada yang tidak beres dengan penggunaan air di rumah Anda.
Mungkin saja, penyebab kebocoran ini berasal dari keran yang bocor. Anda dapat mengeceknya pada kamar mandi, tempat cuci piring ataupun keran air di halaman. Sebuah penelitian menunjukkan tetesan air dari keran bocor dari rumah-rumah penduduk dunia terbuang 10.000 liter setiap detik!
Di Kamar Mandi
Sering tidak disadari, kamar mandi selama ini menyedot pemakaian air sebanyak 70 persen. Terlebih jika Anda sekeluarga terbiasa mandi dengan menggunakan air yang ada di dalam bak mandi. Lalu, bagaimana cara yang tepat untuk mulai menghemat air di kamar mandi?
- Mandi dengan menggunakan pancuran air (shower). Dari sebuah penelitian tentang air mandi, penggunaan shower dapat menghemat penggunaan air hingga 13 liter per menit. Sebelumnya, orang-orang terbiasa menggunakan paling sedikit 20 liter air per menit ketika mandi dan mengambil air dari bak mandi.
- Matikan shower saat Anda sedang menggunakan sabun dan shampo. Nyalakan hanya pada saat membilas.
- Jika Anda sudah biasa mandi dengan shower, tingkatkan lagi penghematan air dengan membatasi waktu mandi yakni hanya selama
- Seusai menggosok gigi, matikan keran dan berkumurlah dengan air yang ditampung dalam gelas. Dengan cara ini, Anda hanya menggunakan ½ liter air. Jika menggunakan air dari keran, Anda bisa menghabiskan air sebanyak 6 liter per menit.
- Bila Anda memiliki toilet dengan model lama (tombol flush disamping tangki), masukkan botol plastik yang berisi air 1,5-2 liter ke dalam tangki. Saat Anda menekan tombol flush, Anda akan dapat menghemat air sebanyak jumlah air dalam botol tersebut.
- Jika Anda berniat mengganti toilet, gunakan toilet dengan sistem dual flush (dua tombol flush). Dengan sistem ini, Anda dapat memilih antara flush setengah atau full. Dari sebuha penelitian, sistem ini dapat menghemat sampai dengan 68 persen.
- Hati-hati dengan penggunaan pemanas air (water heater) di rumah.
- Sebaiknya gunakan bila perlu saja. Air panas sangat banyak menggunakan energi untuk mengubah air dingin menjadi panas.
Di Dapur
Dapur menjadi urutan nomor dua setelah kamar mandi dalam penggunaan air di rumah.
- Jika Anda biasa mengolah makanan yang sebelumnya dibekukan di dalam freezer, jangan mencairkan daging atau bahan makanan beku tersebut dengan cara merendamnya didalam air. Setelah dikeluarkan dari kulkas, lebih baik diamkan beberapa menit sampai tidak membeku lalu Anda olah.
- Matikan keran sewaktu Anda sedang menggosok piring dan perabot dapur dengan sabun.
- Anda juga dapat menghemat air dengan menampung air bersih di dalam baskom untuk membilas piring.
- Jangan buang air bekas mencuci daging, buah dan sayur begitu saja. Gunakan untuk menyiram tanaman atau jalanan.
Di Tempat Cucian
Belilah mesin cuci yang hemat energi dan memiliki cara kerja yang efisien. Jangan lupa jadwalkan waktu mencuci dan kumpulkan pakaian kotor Anda hingga mesin cuci dapat bekerja dengan maksimal.


Di Halaman
Rumah Anda memiliki halaman yang memungkinkan berbagai tanaman tumbuh disana? Halaman yang asri tentunya menuntut perawatan. Salah satunya, Anda dipastikan kerap menyiraminya agar tetap segar. Perlu Anda ketahui, menyiram tanaman selama 30 menit sudah menghabiskan air sebanyak 180 liter.
- Siram tanaman hanya diwaktu pagi atau malam untuk mengurangi evaporasi air.
- Saat hujan, tampung air dalam ember. Lalu siramkan kembali pada tanaman.
- Jika halaman Anda ditumbuhi rumput, siram dalam waktu yang berdekatan. Hal ini akan membantu air menyerap lebih efektif.
- Jangan terlalu sering memotong rumput karena mengakibatkan halaman rumput membutuhkan air lebih banyak.
- Hati-hati menggunakan air pada ornamen taman (seperti air mancur, kolam, patung, dll) karena bisa memboroskan air. Kecuali, air tersebut bisa didaur ulang.
- Letakkan pancuran air (saluran pembuangan air) ke arah semak-semak/pohon.
- Seusai mencuci motor atau mobil, gunakan sapu untuk membersihkan sisa-sisa air sabun dan kotoran dan jangan penyemprot air.
(Ari Dwi Astuti/berbagai sumber)
Foto: dok.net