Nilai penyaluran KPR (kredit pemilikan rumah) dan KPA (kredit pemilikan apartemen) oleh bank umum di sejumlah kota besar Indonesia menurun di kuartal pertama tahun 2010. Penurunan tersebut sebesar 8,06% dibandingkan di kuartal keempat tahun 2009. Demikian dijelaskan oleh Survei Properti Komersial Triwulan I Tahun 2010 yang dipublikasikan Bank Indonesia.
Penurunan nilai tersebut, survei itu menjelaskan, membuat porsi KPR/KPA dibandingkan keseluruhan kredit properti, juga mengecil. Bila di kuartal terakhir tahun 2009 porsi KPR/KPA sebesar 64,29%, di kuartal pertama tahun 2010 porsi tersebut menjadi 56,67%.
Dijelaskan pula bahwa di kuartal pertama tahun 2010, total nilai kredit properti di kota-kota itu juga menurun. Tercatat, penurunan tersebut 6,26% dibandingkan di kuartal keempat tahun 2009. Adapun total nilai kredit properti di kuartal pertama tersebut tercatat Rp200,74 triliun—14,00% dibandingkan keseluruhan outstanding kredit bank umum untuk kurun waktu tersebut yang sebesar Rp1.433,65 triliun.
Di sela penurunan untuk kuartal pertama tersebut, yang masih meningkat adalah nilai kredit real estat. Nilai kredit ini naik 21,69% dibandingkan di kuartal terakhir tahun 2009.
Survei Properti Komersial tersebut digelar oleh Bank Indonesia sejak tahun 1996. Sejak triwulan pertama tahun 2006, cakupan survei tersebut mencakup kota/provinsi sebagai berikut: Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, Tangerang, Serang, Cilegon, dan Bandung.
Dhit
Foto: Dhit