Jakarta—PropertyKita: Meski sudah ada penolakan dari bank-bank penyalur Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), namun Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz, tetap ngotot meminta bank-bank yang nantinya menyalurkan dana subsidi pembiayaan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) untuk menurunkan suku bunga.
“Saya tetap berharap bank menurunkan suku bunga FLPP. Angkanya bisa 5 – 6 persen, tapi hasilnya akhirnya nantinya tetap bergantung pada hasil negosisasi antara Kemenpera dan pihak perbankan,” ujar Menpera Djan Faridz kepada sejumlah wartawan usai melantik sejumlah pejabat Eselon III di Kantor Kemenpera, Jakarta, Selasa (7/2).
Menurut Djan Faridz, saat ini dirinya telah menunjuk Deputi Bidang Pembiayaan untuk melakukan negosisasi dengan sejumlah bank BUMN terkait suku bunga FLPP tersebut. Dirinya berharap pada bulan Februari ini bisa dihasilkan kesepatakan dan penandatangan perjanjian kerjasama operasional (PKO) terkait pelaksanaan program pro rakyat ini.
Lebih lanjut, Djan Faridz menerangkan, dalam FLPP ini Kemenpera juga tetap menawarkan perbandingan dana sekitar 50 : 50 dengan perbankan. Dengan demikian, jumlah masyarakat yang dapat memanfaatkan FLPP ini akan lebih banyak. “Bank-bank BUMN nantinya akan tetap ikut menyalurkan FLPP. Namun perbandingan dananya tetap 50 : 50,” terangnya.
Terkait banyaknya pendapat para pengamat dan keberatan sejumlah perbankan terkait penurunan suku bunga FLPP, Djan Faridz merasa hal itu bukanlah sebuah berita yang besar. Akan tetapi, bagaimana masyarakat melihat kinerja Kemenpera yang berjuang untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang ingin membeli rumah impiannya.
Djan Faridz menambahkan, Kemenpera juga akan tetap memperhitungkan keuntungan yang dapat diperoleh oleh bank-bank penyalur FLPP. Sebab, tanpa adanya keuntungan tentunya tidak ada bank yang tertarik menyalurkan program tersebut.
“Bank senang rakyat pun senang. Bank tetap bisa memperoleh keuntungan dalam penyaluran dana FLPP ini. Tapi tentunya keuntungannya yang wajar-wajar saja sebab program ini kan untuk membantu masyarakat miskin yang ingin mempunyai rumah,” pungkasnya. ZAL