Jual Rumah Dengan Berbagai Type Sesuai Kebutuhan Anda

|  LOGIN
  shadow header2
  shadow banner top
  shadow banner bottom

- + Kondominium Menengah-Bawah Kuasai Pasar Jakarta
19-05-2010 09:10:02
Dilihat : 3185 kali

Kondominium (apartemen) segmen menengah ke bawah mendominasi pasokan  di pasar Jakarta untuk  kuartal pertama tahun 2010. Di kurun waktu tersebut, penjualan terbanyak untuk seluruh kelas apartemen juga berasal dari kondominium menengah ke bawah. Research and Analyst Manager Coldwell Banker Commercial Indonesia, Dwi Novita Yeni, menjelaskan hal tersebut dalam konferansi pers di Jakarta kemarin.

 

Dwi menjelaskan, di akhir kuartal pertama tersebut, total pasokan kondominium di Jakarta mencapai 69.304 unit. Tambahan pasokan sebanyak 561 unit berasal dari kondominium grade C di CBD (Central Business District) Jakarta ataupun lokasi lain.

 

Kata Dwi lagi, ke depan, kondominium menengah ke bawah diperkirakan masih menjadi target utama untuk digarap oleh pengembang.

 

Apa penyebab pengembang kini lebih memilih membangun kondominium tersebut? Apakah karena pasokan kondominium menengah ke atas sudah terlalu banyak? Jawab Dwi, hal itu bukan karena kejenuhan tersebut. Namun, karena buat segala segmen, kondominium menengah ke bawah kini merupakan pilihan yang menarik.

 

Buat konsumen kelas menengah ke atas yang sekaligus investor properti, kondominium menengah ke bawah yang dijual dengan harga great sale pas dijadikan instrumen investasi. Mereka kini berasumsi bahwa investasi lewat kondominium kelas menengah ke atas sekarang tidak terlalu menarik lagi. Sementara, kata Dwi, “Bila menginginkan kondominium kelas menengah ke atas, mereka kadang lebih memilih beli di negara lain seperti Singapura.”

 

Di saat yang sama, Vice President Residential Services Coldwell Banker Properti Indonesia, Daniel Kawilarang, mengatakan bahwa untuk pasar kondominium di Jakarta, kawasan CBD masih tetap lebih diminati konsumen. Itu karena kondominium di kawasan tersebut bisa menjadi rumah transit; untuk lokasi non-CBD, konsumen lebih memilih membeli rumah tinggal (landed house). “Untuk 10 sampai 20 tahun ke depan, kondominium di CBD masih tetap lebih diminati,” kata Daniel.

 

Dhit

Foto: Dhit

 

Komentar