Jakarta-PropertyKita.com: Peraturan Menteri Negara BUMN No. 6/MBU 2011 tentang optimasi aktiva/asset BUMN memacu PT Hutama Karya Realtindo, anak usaha Hutama Karya untuk mendayagunakan seluruh aset yang mereka miliki. Termasuk lahan seluas 7 Ha yang berada di bilangan Cawang, Jakarta Timur.
Menurut Direktur Utama PT Hutama Karya Realtindo, Putut Ariwibowo, pihaknya memiliki rencana strategis guna meningkatkan nilai tambah aset-aset mereka, terutama lahan yang telah menjadi land bank perusahaan yang luasnya ribuan hektar.
Khusus untuk lahan di kawasan Cawang, Jakarta Timur, akan disulap menjadi pengembangan proyek mixed use. Tahap I dibangun The H Residence seluas 1,6 Ha. Menyatukan hunian, kondotel, perkantoran komersial dan ruang ritel sebagai penunjang aktifitas penghuni apartemen, tamu hotel maupun karyawan yang bekerja di sekitarnya.
Digarapnya aset lahan ini, menurut Putut, karena dalam lima tahun ke depan, Cawang akan dirancang sebagai sentra bisnis distrik (CBD) baru untuk wilayah Jakarta Timur, menyamai CBD Thamrin, CBD Kuningan dan CBD Sudirman.
“BUMN-BUMN yang berpusat di sini akan bersinergi dalam bentuk complimentary strategy yang saling menguntungkan. Dan tentu saja menambah nilai jual kawasan dengan membangun properti-properti strategis dan menarik untuk investasi. Ini momentum tepat meningkatkan nilai jual kawasan,” kata Putut.
Untuk itu, PT Hutama Karya Realtindo merintisnya dengan proyek multifungsi pertama, setelah sebelumnya BUMN lain seperti Wijaya Karya melansir The Hive, Adhi Karya middle rise office, Bina Karya juga melansir perkantoran, dan lain-lain. Apalagi kawasan Cawang, terbilang strategis dan aksesibel, karena diapit oleh empat ruas tol eksisting; Tol Dalam Kota, Tol Jagorawi, Tol Jakarta-Cikampek, dan Ruas Cawang-Tanjung Priok.
Jakarta Timur mempunyai peluang yang sama dengan Jakarta Pusat. Selain BUMN, sudah banyak perusahaan pengembang swasta nasional yang menggarap Cawang, atau baru melirik tanah-tanah di sekitar sebagai area komersial. Sebut saja Gapura Prima yang mendirikan MT Haryono Square, Grup Bahama dengan Menara Cawang, Grup Pikko yang percaya diri mengembangkan Signature Park dan Signature Grande, ada juga The Park Hotel yang memiliki okupansi 99%.
Dapat dikatakan, pertumbuhan residensial di sini cukup tinggi dan diprediksikan menstimuli pertumbuhan properti komersial. Jika ini sudah terjadi, efek berikutnya adalah terjadinya pertumbuhan permintaan perkantoran. mhsyah