Hamparan tikar dari bulu hewan ataupun kain tebal yang nyaman ini tidak selamanya memberikan kenyamanan dan keindahan pada sebuah ruangan. Karpet yang biasanya diletakkan pada ruangan indoor (dan ber-AC) justru menjadi media ‘ideal’ bagi perkembangan debu, jamur, dan sebagainya. Justru hal ini yang mampu menebarkan penyakit bagi Anda sekeluarga.
Terlepas dari warna dan jenis karpet, apakah masyarakat kita sudah banyak yang mengetahui bahwa ada karpet yang aman dan nyaman digunakan? Karpet-karpet ini tentunya dapat didaur ulang, tidak menggunakan bahan kimia dan sulit untuk dibersihkan. Jika Anda mau sedikit lebih cermat, ada beberapa jenis karpet berserat alami yang dapat digunakan:
-Karpet Wol
Seperti yang telah kita ketahui bersama, wol dari bulu domba ini telah digunakan untuk karpet selama lebih dari satu abad. Dalam penggunaannya, karpet dari bahan ini nyaman di telapak kaki dan terlihat sangat indah. Karpet ini termasuk jenis karpet yang ramah lingkungan karena warnanya sangat alami (tanpa tambahan pewarna).
-Karpet Sisal
Pernahkah Anda menggunakan karpet sisal? Atau, jangan-jangan Anda baru kali ini mengetahui karpet sisal? Sisal sendiri merupakan serat rumput alami yang ditenun menjadi benang kemudian dibuat menjadi karpet. Sebagai penutup lantai, sisal terlihat cukup menarik, mudah didapat, dan ramah lingkungan. Pilihan warna untuk karpet ini lumayan beragam dari coklat gelap hingga kuning muda. Lagipula, mudah dibersihkan dengan menggunakan vacuum cleaner.
-Karpet Seagrass
Alternatif bahan karpet yang ramah lingkungan yakni dari seagrass. Bahan ini juga sama dengan karpet sisal yakni nyaman untuk telapak kaki sehingga tidak perlu khawatir akan terkena alergi.
Oya, carilah karpet yang juga dilapisi dengan bahan yang sama dibawahnya sehingga tidak menjadi sarang berkembangnya debu tungau, jamur dan sebagainya. Fungsi karpet yang dapat memberikan rasa hangat dan nyaman tidak lagi nyaman karena kurang dibersihkan dan dirawat. Akibatnya karpet menjadi sarang debu dan asap yang menyebabkan pilek, sakit kepala dan masalah kesehatan lainnya. Lebih buruk lagi, jika selama ini jendela rumah jarang dibuka sehingga sirkulasi udara tidak berjalan dengan baik.
Karena karpet bisa menjadi media yang tepat untuk perkembangan kotoran, debu tungau, jamur dan residu pestisida, maka lebih baik gunakan karpet berserat alami ini. Debu tungau ini berpotensi mengakibatkan seseorang terkena alergi dan asma. Untuk membersihkan karpet, Anda bisa mencuci dan membilasnya dengan air panas sehingga dapat membunuh debu tungau. Jangan lupa untuk menyapu lantai yang ada dibawah karpet.
Hati-hati juga ketika memilih padanan karpet berserat alami ini. Jangan sampai Anda memadankan karpet ini dengan yang berbahan nilon karena mengandung bahan kimia yang berasal dari minyak bumi. Begitu juga dengan lem yang dioleskan pada karpet. Seringkali aroma dari lem ini lebih berbahaya daripada karpet sintetis.
Jika Anda memiliki buah hati dan senang bermain di lantai yang beralaskan karpet, sebaiknya berhati-hati memilih karpet tersebut. Pada beberapa anak, ditemukan kasus mengalami alergi karena bersentuhan dengan karpet. Anak-anak ini langsung merasakan gatal pada mata, hidung tersumbat dan bersin-bersin. Dampak dari penggunaan karpet yang kurang tepat ini semakin besar ketika orangtua mereka mengidap infeksi pernafasan, dan sebagainya.



(Ari Dwi Astuti)
Email: ari_dwi_astuti@propertykita.com
Foto: doc.net