Memiliki properti bukan berarti Anda terbebas dari biaya sehari-hari. Ada beberapa biaya yang seringkali dilupakan. Padahal, biaya ini juga bisa diperhitungkan jauh-jauh hari dan menjadi salah satu dasar dalam rencana pembelian properti Anda. Seperti pajak, iuran lingkungan dan lainnya.

Memiliki rumah, lalu mengisinya dengan barang-barang, tidak membuat kita terlepas dari beban lho. Jangan lupa, masih ada biaya-biaya lain yang tentunya perlu dipertimbangkan juga sejak awal. Karena biaya ini biasanya akan menjadi bagian dari cashflow kita sehari-hari nantinya. Dan walaupun ada sebagian yang hanya muncul sekali setahun, namun ketika muncul maka jumlahnya cukup mempengaruhi penghasilan sehingga perlu diperhitungkan dan dipersiapkan sejak jauh-jauh hari.
Biaya-biaya ini akan timbul di sebagian besar properti yang kita miliki, tidak hanya rumah. Entah itu ruko atau sekedar sebidang tanah pun tetap memiliki biaya rutin yang perlu kita hitung. Apa saja? Saya sendiri membaginya menjadi tiga biaya umum.
1. Biaya Lingkungan
Yang dimaksud dengan biaya lingkungan adalah biaya yang timbul akibat lingkungan atau masyarakat. Biaya ini biasanya terdiri dari iuran keamanan, iuran kebersihan bahkan stiker parkir untuk masuk komplek perumahan yang hanya setahun sekali. Biasanya biaya ini akan sangat dirasakan oleh pemilik properti yang berwujud bangunan, baik rumah, apartemen, ruko atau kios. Memang sih, banyak sekali yang tidak merasa bahwa biaya ini tidak terlalu besar. Tapi coba hitung deh, kalau semua biaya ini kita kumpulkan lalu kalikan dengan setahun. Hasilnya lumayan juga, kan?
Bahkan saya kenal beberapa orang yang akhirnya mengurungkan niatnya untuk membeli apartemen karena adanya biaya ini. Menurut mereka, biaya rutinnya tidak cukup layak dengan tawarannya. Tapi, tentu saja masing-masing orang memiliki pertimbangan yang berbeda.
2. Biaya Pemeliharaan
Kalau lampu rumah mati, tetap perlu diganti kan? Begitu pula rumah kosong atau vila di Puncak, tetap perlu ada biaya untuk membersihkannya agar tetap terawat. Sawah ataupun kebun tetap memiliki biaya pemeliharaan sendiri. Apalagi kalau kita memiliki komitmen untuk merenovasi rumah minimal lima tahun sekali. Karena itu, akan lebih baik jika biaya ini pun dipertimbangkan dan direncanakan dari awal agar cashflow lebih terkendali. Jangan sampai kita kaget karena biaya pemeliharaan yang membengkak.
Salah satu kendala yang sering muncul adalah jumlah biaya ini seringkali naik turun karena banyak yang bersifat ‘dadakan’. Berbeda dengan biaya lingkungan yang umumnya berjumlah tetap. Misalnya, siapa sih yang bisa tahu dengan tepat kapan lampu putus dan perlu diganti? (seandainya ada teknologinya ya?) Atau, bisa saja tiba-tiba hari ini rumah Anda tertimpa pohon atau tiba-tiba gentengnya bocor padahal sedang musim hujan. Namun bukan berarti biaya ini tidak bisa diperkirakan. Biaya-biaya ini bisa kita buat menjadi sebuah perkiraan biaya rutin. Hanya saja karena sifatnya yang bervariasi, maka yang lebih disarankan adalah melakukan perkiraan kasar dan persiapan dana sejak awal. Misalnya, rata-rata lampu perlu diganti setelah berapa lama? Lalu lakukanlah pembelian sesuai perkiraan tersebut. Tidak masalah Anda memiliki stok lampu, karena toh lampu tidak memiliki kadaluarsa yang cepat.
Lalu untuk biaya renovasi, lakukanlah perhitungan di awal tahun dan kalau bisa sediakan dananya sejak awal. Jadi Anda sudah memiliki pos tersendiri untuk berjaga-jaga. Apalagi kalau properti Anda tersebut disewakan dan digunakan oleh orang lain, biaya ini perlu diperhitungkan setiap tahun atau dua tahunan agar properti tetap terawat. Biaya pemeliharaan ini juga ada yang sifatnya tetap, misalnya biaya pemeliharaan taman atau kolam renang.
3. Pajak Bumi dan Bangunan
Pernah mengalami membeli properti dari suatu pihak, dan ternyata pajaknya sudah menunggak selama bertahun-tahun? Inilah salah satu bukti bahwa terkadang orang seringkali melupakan masalah ini. Padahal, setiap keterlambatan selalu ada dendanya lho. Dan semakin lama menunda, maka tagihan pun akan semakin banyak. Iya kalau jumlah PBB yang harus dibayar jumlahnya hanya puluhan ribu setiap tahunnya. Tapi bagaimana kalau jutaan? Karena kebetulan rumah Anda berada dalam wilayah yang cukup elit dan mentereng hingga NJOP pun memang sudah tinggi.
Jadi, jangan sampai lupa dengan biaya-biaya yang mungkin muncul. Tetap lakukan perencanaan keuangan untuk setiap kegiatan keuangan Anda.
Profil Penulis
Safir Senduk adalah seorang Perencana Keuangan yang mendirikan Safir Senduk & Rekan pada awal tahun 1998. Sejak September 1999, ia menulis sejumlah buku yang tergabung dalam Seri Perencanaan Keuangan Keluarga, yang merupakan seri buku pertama di Indonesia dalam bidang perencanaan keuangan. Dan pada tahun 2000, Safir juga menjadi pembicara publik di berbagai seminar, pelatihan dan serta radio. Situs www.perencanakeuangan.com yang dibangunnya, saat ini menjadi situs terlengkap di Indonesia mengenai perencanaan keuangan. (Sumber: www.perencanakeuangan.com)
Anda yang ingin berkonsultasi langsung dengan Safir Senduk, bisa mengirimkan pertanyaan seputar masalah finansial di bidang properti ke: editor@propertykita.com. Jangan lupa cantumkan nama dan kota tempat tinggal Anda dengan email subject “Konsultasi Finansial”.
|
Tidak ada Komentar dalam Database
Leave Comment |