Cukup siapkan Down Payment (DP) 30%, dan Anda sudah bisa membeli rumah di perumahan XXX. Kenyataannya, ketika kita mengajukan kredit ke bank, DP 30% belum tentu cukup. Ada biaya provisi, biaya administrasi, dan sebagainya.
Salah satu pertanyaan yang sering kali dilontarkan soal properti adalah bagaimana caranya menyiapkan dana untuk membeli properti dan kapan kira-kira dana itu bisa tercapai. Kalau memang ternyata keuangan kita tidak memungkinkan, maka biasanya yang menjadi fokus utama adalah bagaimana membeli rumah dengan cara meminjam dan biasanya pinjaman ini adalah Kredit Pemilikan Rumah (KPR) ke bank.
Sebenarnya meminjam ke bank adalah alternatif yang baik. Dengan bunga yang tidak terlalu memberatkan, kita bisa membeli properti yang diidamkan. Yang menjadi masalah adalah apabila terdapat misinformasi atau mispersepsi antara bank dan kita. Selain ada beberapa istilah yang kadang sulit dimengerti oleh awam, bank juga memiliki kebijakan tersendiri yang sering kali lupa ditanyakan padahal kebijakan tersebut cukup penting. Nah, apa saja hal-hal yang berpotensi menjadi masalah namun cukup penting tersebut?
Istilah dan Cara Perhitungan Bunga atau Margin
Pernah mengalami kejadian ini?
Perhitungan bunga seringkali menjadi hal yang salah dimengerti. Karena itu perhatikan dan pahami dengan benar istilah-istilah yang berhubungan dengan hal ini. Kalau bisa, pahami juga cara perhitungannya. Jangan ambigu antara pengertian fixed, flat, efektif, floating dan annuitas.
Sekedar penjelasan singkat, bunga fixed selalu disandingkan dengan bunga float dan berkaitan dengan penetapan persentase bunga. Jadi kalau dikatakan bunga 10% fixed 3 tahun, artinya bank akan tetap mempertahankan bunga 10% itu selama 3 tahun. Sedangkan floating adalah kebalikannya, persentase bunga bisa berubah setiap saat.
Di bagian lain ada juga istilah flat yang bersanding dengan efektif, dan gabungan keduanya disebut sebagai annuitas. Istilah flat, efektif dan annuitas akan mengacu pada cara perhitungan bunganya. Bunga flat artinya komposisi nilai bunga dengan plafon kredit dihitung tetap selama masa kredit. Sedangkan efektif akan memperhitungkan bunga dari sisa kredit yang belum dibayar. Lalu annuitas akan memperlihatkan porsi dari bunga dan pokok cicilan yang terus berubah. Jadi jangan kaget mendengar bunga flat terlihat lebih kecil dari bunga efektif padahal plafon, jangka waktu dan total jumlah bunga kredit sama.
Hal lain yang perlu diperhatikan mengenai bunga adalah sistem cicilan yang diterapkan masing-masing bank. Jangan mudah terjebak dengan asumsi umum. Contohnya: ternyata tidak semua Bank Syariah memberikan KPR yang jumlah cicilannya tetap. Ada lho pembiayaan Bank Syariah yang jumlah cicilannya berubah.
Cukup siapkan DP 10%-30% dan sudah bisa mendapatkan rumah. Wow, like a dream come true? Eits, senang boleh, asal jangan berlebihan karena sebenarnya masih banyak biaya lain yang perlu diperhitungkan.
Ketika mengajukan kredit, otomatis pihak bank menginginkan agar kreditnya cukup aman. Karena itu selain biaya administrasi, bank akan meminta Anda untuk mengikuti asuransi kebakaran dan asuransi jiwa. Jangan lupa, ada juga biaya pajak, pengikatan kredit secara hukum, provisi, appraisal dan notaris. Yang kalau ditotal akan cukup besar juga.
Perhitungan biaya ini cukup penting dilakukan, karena bisa saja Anda tidak jadi meminjam hanya karena kekurangan dana untuk membayar biaya tersebut. Walaupun biaya lain-lain ini juga bisa dijadikan bagian dari kredit Anda, tapi Anda harus ingat bahwa ini juga berarti Anda akan membayar bunga dan cicilan yang jelas lebih banyak.
Siapa yang bisa tahu apa yang akan terjadi di masa mendatang? Bisa saja kan Anda tiba-tiba mendapat rejeki bagai durian runtuh? Misalnya hasil warisan, atau doorprize? Atau katakanlah bonus tahunan Anda ternyata dijadikan empat kali lipat oleh kantor karena kinerja Anda yang sangat bagus. Saat itu Anda mungkin menginginkan pembayaran Anda ditambah (pelunasan sebagian) hanya untuk bulan itu saja, atau mungkin langsung lunas. Nah, jangan sampai nanti Anda kaget dengan penalti atau biaya pelunasan yang akan dibebankan. Dan jangan kaget juga jika ternyata Anda tidak bisa melakukan top up, karena memang tidak semua bank memiliki fasilitas ini.
Ingin pindah KPR ke Bank Syariah? Atau mungkin saja Anda mendapatkan penawaran bunga yang jauh lebih rendah dari bank lain? Atau, Anda merasa bahwa pelayanan dari bank tempat mengajukan KPR sekarang terlalu menyulitkan? Karena itu, pahami benar persyaratan untuk over credit dan cara untuk melakukannya agar prosesnya bisa berjalan lancar.
Ada banyak pihak yang dilibatkan ketika mengajukan kredit ke bank. Baik dari pihak Asuransi atau Developer. Karena itu, bacalah semua klausul perjanjian yang ditawarkan setiap pihak agar Anda benar-benar merasa yakin. Ga lucu kan jika Anda marah-marah hanya karena Anda tidak mengerti benar term and condition masing-masing pihak.
Nah, dengan mengetahui beberapa hal terpenting saat berhubungan dengan kredit, setidaknya Anda bisa mengurangi sedikit risiko agar nantinya tidak merasa terjebak. Jadi, apakah Anda yakin akan kredit yang diajukan?
Profil Penulis
Safir Senduk adalah seorang Perencana Keuangan yang mendirikan Safir Senduk & Rekan pada awal tahun 1998. Sejak September 1999, ia menulis sejumlah buku yang tergabung dalam Seri Perencanaan Keuangan Keluarga, yang merupakan seri buku pertama di Indonesia dalam bidang perencanaan keuangan. Dan pada tahun 2000, Safir juga menjadi pembicara publik di berbagai seminar, pelatihan dan serta radio. Situs www.perencanakeuangan.com yang dibangunnya, saat ini menjadi situs terlengkap di Indonesia mengenai perencanaan keuangan. (Sumber: www.perencanakeuangan.com)
Anda yang ingin berkonsultasi langsung dengan Safir Senduk, bisa mengirimkan pertanyaan seputar masalah finansial di bidang properti ke: editor@propertykita.com. Jangan lupa cantumkan nama dan kota tempat tinggal Anda dengan email subject “Konsultasi Finansial”.
|
Tidak ada Komentar dalam Database
Leave Comment |