Setiap orang ingin memiliki properti. Namun diperlukan jumlah uang yang cukup besar untuk membeli properti. Karena itu diperlukan beberapa hal yang perlu kita persiapkan sebagai strategi untuk mencapai tujuan keuangan membeli properti.
Properti sebagai sebuah tujuan keuangan memiliki ciri unik yaitu tidak terlalu pentingnya hasil investasi atau income yang bisa didapatkan darinya. Apakah properti itu harganya akan naik atau turun, yang terpenting adalah memilikinya dahulu. Karena itu ketika properti dianggap sebagai sebuah tujuan keuangan maka pos pembiayaan properti ini pasti akan berpengaruh pada kondisi keuangan dan porsi untuk kebutuhan lain secara keseluruhan.
Mungkin ada yang bertanya, kalau begitu apa hubungannya dengan merencanakan keuangan? Kenapa harus repot? Mari kita lihat contoh kasus. Misalnya, okelah saya saat ini mampu untuk membayar rumah dengan cicilan dan saya juga sanggup membayar down payment (DP) saat ini juga. Tapi ternyata saya lupa memperhitungkan bahwa ternyata 8 tahun lagi saya pensiun dan saat itu saya tidak akan memiliki penghasilan lagi untuk membayar cicilan tersebut, padahal masa cicilan masih tersisa 7 tahun lagi. Di lain pihak, saya juga ternyata lupa mempersiapkan penghasilan setelah pensiun dan tabungan hanya seadanya. Wah, kalau sudah begini bagaimana? Apakah rumah saya harus disita, sementara saya sudah tidak memiliki tempat tinggal lainnya? Dari contoh kasus di atas, ternyata membeli properti terutama sebagai tujuan keuangan akan memiliki konsekuensi yang cukup besar dalam keseluruhan keuangan kita. Dan ini artinya kita sebenarnya dituntut untuk mengatur keseluruhan keuangan sebaik mungkin agar setelah pembelian properti (baik dengan cara tunai maupun mencicil) tersebut, hidup kita masih bisa berjalan dengan lancar dan tanpa masalah.
Lalu apa sih yang perlu kita lakukan untuk merencanakan keuangan ini? Setelah menentukan properti sebagai sebuah tujuan, maka selanjutnya adalah melakukan perencanaan yang matang terutama untuk porsi dan implementasi keuangannya. Beberapa langkah untuk merencanakan hal ini adalah:
1. Lakukan financial check up.
Karena bagaimanapun pembelian properti selalu datang dengan konsekuensi keuangan. Entah itu membeli dengan cara tunai apalagi kredit, kita tetap harus menyesuaikan kondisi keuangan kita dengan keinginan.
Analogi sederhananya seperti ini: seorang wanita yang ingin hamil disarankan untuk melakukan beberapa tes dulu seperti tes kandungan dan tes kesehatan lainnya. Ini perlu dilakukan agar nanti baik sang ibu maupun calon bayi bisa benar-benar terjamin keselamatannya. Hal tersebut juga berlaku untuk kondisi keuangan kita. Kita perlu memastikan bahwa keuangan kita saat ini memang sudah cukup sehat dan kuat untuk memiliki keinginan lain, yaitu membeli properti. Entah dengan cara tunai ataupun kredit, kita harus mulai mempersiapkan diri. Jangan sampai keinginan kita justru akan membahayakan kondisi keuangan baik dimasa sekarang maupun yang akan datang.
Financial check up sendiri terdiri atas beberapa kegiatan antara lain adalah mendaftar semua kewajiban / hutang saat ini, mendaftar seluruh aset, dan melakukan pengecekan cash flow, mendaftar semua kebutuhan, keinginan dan rencana masa depan beserta waktu dan prioritasnya.
2. Perkirakan dana yang benar-benar dapat disisihkan untuk mencapai tujuan properti.
Setelah melakukan financial check up, kita akan bisa memperkirakan kemampuan kita yang sesungguhnya untuk membeli properti. Setidaknya dari sisi cash flow dan aset yang kita miliki saat ini. Apakah memang bisa membeli secara tunai sekarang juga atau perlu mencicil?
Untuk tahap ini jangan lupa mendata seluruh tujuan keuangan kita dan semua konsekuensinya. Lalu jangan lupa juga untuk mempertimbangkan seluruh penghasilan yang mungkin kita terima. Cara mudahnya adalah dengan menanyakan beberapa pertanyaan seperti: Punya penghasilan bulanan yang tetap? Besarnya berapa? Ada bonus tahunan? Berapa banyak dan berapa kali?
Bagi yang berniat untuk mencicil, fokuskan untuk mempersiapkan DP terlebih dahulu. Disarankan untuk setidaknya miliki 5%-10% lebih banyak dari DP properti yang disyaratkan. Kelebihan ini akan digunakan sebagai dana cadangan untuk biaya lain-lain. Lalu, hitunglah agar total jumlah cicilan per bulan tidak lebih dari 30% penghasilan bulanan.
3. Sesuaikan kemampuan dana keseluruhan dengan tujuan properti dan atur strateginya.
Kita memang sudah tahu kemampuan menyisihkan atau mencicil. Tapi itu saja belum cukup. Karena terkadang harga properti yang kita inginkan belum tentu sesuai dengan budget yang kita punya. Nah, setelah mengetahui kemampuan menyisihkan, kita juga perlu menyesuaikan kemampuan keuangan kita dengan harga properti dan seluruh biaya yang mungkin muncul. Karena merencanakan keuangan berarti juga mengatur strategi terbaik yang bisa kita terapkan.
Setelah memiliki keyakinan bahwa memang kondisi dan strategi keuangan kita cukup baik, kita tentu akan melakukan implementasi strategi keuangan tersebut. Nah, bagi yang memilih untuk melakukan strategi kredit, jangan lupa untuk selalu melakukan evaluasi secara berkala atau insidental. Terutama bila terjadi perubahan dalam kondisi cash flow sehari-hari, seperti perubahan dalam pola penghasilan dan konsumsi kita yang berpengaruh cukup signifikan terhadap besarnya cicilan ideal kita.
Jadi, sudah siapkah untuk mulai merencanakan keuangan Anda untuk membeli properti?
Profil Penulis
Safir Senduk adalah seorang Perencana Keuangan yang mendirikan Safir Senduk & Rekan pada awal tahun 1998. Sejak September 1999, ia menulis sejumlah buku yang tergabung dalam Seri Perencanaan Keuangan Keluarga, yang merupakan seri buku pertama di Indonesia dalam bidang perencanaan keuangan. Dan pada tahun 2000, Safir juga menjadi pembicara publik di berbagai seminar, pelatihan dan serta radio. Situs www.perencanakeuangan.com yang dibangunnya, saat ini menjadi situs terlengkap di Indonesia mengenai perencanaan keuangan. (Sumber: www.perencanakeuangan.com)
Anda yang ingin berkonsultasi langsung dengan Safir Senduk, bisa mengirimkan pertanyaan seputar masalah finansial di bidang properti ke: editor@propertykita.com. Jangan lupa cantumkan nama dan kota tempat tinggal Anda dengan email subject “Konsultasi Finansial”.
|
Tidak ada Komentar dalam Database
Leave Comment |